Sabtu, 20 Oktober 2012

Sistem Pers menurut Pelajar


Sistem Pers menurut pelajar merupakan sistem dari suatu media yang terbagi 2 bentuk , yaitu media cetak dan media elektronik. Contoh dari media cetak adalah Koran, majalah, tabloid sedangkan dari media elektronik adalah televisi, radio, internet. Penyebaran sistem pers berawal di Inggris, Prancis, Spanyol, lalu menyebar ke Rusia, Jerman, Jepang dan Negara- Negara asia dan Amerika Latin.
Demokrasi sejatinya kebebasan mengaktualisasikan diri dengan menghargai hak privat individu, serta terwujudnya kebebasan pers sebagai pengontrol pemerintahan. Berbicara tentang pers tentunya tidak terlepas dengan media massa, baik cetak ataupun elektronik. Seperti yang di katakan Mc Luhan media adalah ekstensi manusia, artinya media adalah perpanjangan dan perluasan dari kemampuan jasmani dan rohani manusia.[1] Begitupun Jean Baudrillard dengan ektasi komunikasinya menyatakan bahwa manusia saat ini sudah terhegemoni dari segala aspek kehidupannya oleh media, termasuk pers yang selama ini memberikan informasi kepada masyarakat luas.
Dengan demikian pers adalah media komunikasi yang memproduk penerbitan dengan proses percetakan, ataupun melalui audio visual yang serat dengan pemberitaan. Perlu menjadi catatan bahwa tidak semua informasi yang dipublikasikan oleh media dalam hal ini pers benar seobjektif mungkin, sebab informasi itu tidak akan terlepas dari kepentingan. Dengan demikian untuk menilai informasi sejatinya menggunakan analisis framing, sehingga masyarakat dapat melihat dari perspektif masing-masing.
Salah satu contoh dari sistem pers dari yang dikemukakan oleh Siebert, Schramm, dan Theodore Peterson yaitu sistem pers otoriter. Sistem Pers Otoritarian merupakan sistem pers dimana kepemilikan pers dikuasai oleh pemegang kekuasaan maupun pemerintahan. Dalam sistem pers otoritarian, hal-hal yang disampaikan tidak diperkenankan untuk mengkritisi maupun mengomentari pemerintahan, pers dalam sistem ini berupa perwujudan perpanjangan tangan pemerintah.
Kelebihan :
  1. Konflik dalam masyarakat cenderung berkurang karena adanya pengawasan hal-hal yang dianggap dapat menggoncangkan masyarakat.
  2.  Mudah membentuk penyeragaman/integritas dan consensus

    Kekurangan :

    1. 1.     Adanya penekanan terhadap keinginan untuk bebas mengemukakan pandangan atau pendapat
    2. 2.    Mudah terjadi pembredelan penerbitan media yang cenderung menghancurkan suasana kerja dan lapangan penghasilan yang telah mapan.
    3. 3.    Tertutupnya kesempatan untuk berkreasi.







    naNama Kelompok 2 :
    1. 1. Aisha Deane P.
    2. 2. Fitri Purwandari
    3. 3. Husnul Khatimah
    4. 4. Wilantika Ferisca
    5. 5. Annisa Dewi
    6. 6. Intan Aydha P.

    0 komentar: