Sabtu, 02 April 2011
Tantangan Untuk sukses
Awas di Serang sama Ulat Bulu !!!
Pasti ada beberapa orang yang mengangggap Fenomena serangan ulat bulu di jawa timur itu sebagai PembawaBencana.Pasti ada juga yang menganggap itu hanyalah sebuah Fenoma Alam atau Hukum Alam yang di sebabkan oleh cuaca. Musim Pancaroba yang saat ini terjadi timbulkan dampak yaitu tidak sempurnanya perkembangbiakan ulat menjadi kupu-kupu.
Cuaca
Hewan kecil berbulu yang hinggap dimana-mana terutama di pohon. yang saat ini menyerang warga probolinggo karena cuaca yang tidak menentu, karena pada saat cuaca panas, kup-kupu akan bertelur dan saat cuaca hujan telur akan menetas menjadi ulat.
Karena berubah-ubahnya cuaca. perkembangbiakan ulat bulu sangat cepat karena cuaca yang mendukung, saking cepatnya semakin banyak juga ulat blu yang menetas dari telur kupu-kupu.
Ulat bulu yang hinggap di tembok rumah warga dan di pohon telah memakan dedaunan yang ada di pohon, dan apabila daun itu terus menerus dimakan, maka pohon itu akan kehabisan daun dan pohon itu akan mati.
Basmi aja Pakai Burung atau Pakai Oli !!
Sudah banyak upaya yang di lakukan oleh Warga Probolinggo untuk membasmi ulat-ulat bulu itu. Setiap Pagi dan Sore selalu di semprot dengan Pembasmi Hama, tetep aja hasilnya nihil. Tapi usaha itu terus dilakukan untuk mengurangi perkembangbiakan ulat bulu itu.Karena ulat bulu itu telah menyerang sebagian orang tua dan anak-anak sehingga badan terasa gatal-gatal. Untung puskesmas setempat bertindak dengan cepat untuk memberi obat gatal dan demam.
Burung menjadi Pembasmi Ulat Bulu??? Apa Bisa??
Burung pasti bisa membasmi ulat, karena burung kan pemakan ulat. Pasti ulat akan hilag walaupun lama prosesnya.
Tapi, sayangnya jumlah populasi Burung di Indonesia sudah menurun akibat kepunahan, akhirnya perkembangbiakan ulat pun tumbuh dengan bebasnya.
Atau dengan Oli ???
Ambil oli bekas secukupnya, lalu campurkan dengan kapur bangunan. Aduk sampuran tersebut sampai rata. Setelah rata, oleskan campuran ini pada batang atau tangkai buah yang terserang ulat dengan kuas besar atau jerami.
ANDINI HAKIM/ XI IPA 4/ UTS
Sabtu, 23 Oktober 2010
Semakin Pintar Dengan Surat Kabar
Memangnya, seberapa pentingnyakah para pelajar membaca surat kabar? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup sering kita dengar diucapkan oleh teman-teman kita, nah ketika kita mendengar hal ini apa jawaban kita? Sebagai generasi penerus bangsa yang semestinya memiliki wawasan yang luas para pelajar hendaknya mengetahui betapa pentingnya informasi yang ada di surat kabar. Bukan hanya berita-berita masalah politik yang terkesan membosankan. Namun, masih banyak informasi atau berita-berita penting yang dapat kita ketahui seperti, berita nasional, internasional, kesehatan, pendidikan, kriminal, bisnis dan keuangan serta masih banyak lagi informasi yang bisa kita dapatkan.
Surat kabar pertamaku adalah koran Kompas. Koran ini saya rasa punya sesuatu yang berbeda dalam hal penyampaian berita kepada para pembaca. Mulai dari topic-topik yang diangkat, narasumber yang dapat dipercaya hingga penyajian berita yang menarik. Bagi saya informasi-informasi itu tak hanya yang terdapat dalam buku-buku sekolah saja, melainkan sangat luas.. hanya kita jarang berusaha untuk mencari dimana informasi tersebut dapat kita ketahui. “Membaca adalah kunci kesuksesan” rasaya kalimat ini benar, mari kita bandingkan orang yang rajin membaca tentu memiliki wawasan yang lebih luas dibandingkan dengan orang yang malas membaca. Hal ini dapat kita buktikan dengan keberanian seseorang dalam mengungkapkan pendapatnya dan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang lugas sehingga mudah dipahami maksudnya.
Berita-berita yang paling saya suka dalam surat kabar adalah berita internasionalnya. Karena berita internasional itu jarng di expose di televisi, sehingga saya membacanya di surat kabar atau media internet. Menurut salah seorang pegawai Di RSUD Cibinong yang bernama Widya Wulan Ayu mengatakan, “dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu saya sibuk bekerja di RSUD Cibinong sehingga terkadang saya ketinggalan informasi. Untuk itulah saya berlangganan koran atau menonton berita di televisi pada malam harinya.” Ujarnya. Dari kutipan wawancara tersebut menyiratkan bahwa masyarakat semakin menginginkan informasi dan tidak ingin ketinggalan informasi. Dengan arus perkembangan teknologi yang semakin memudahkan kita mencari informasi maka diharapkan para generasi muda Indonesia dapat menjadi semakin pintar dengan membaca surat kabar. Negara Amerika Serikat dan Jepang maju karena rakyatnya gemar membaca. Nah, kenapa kita tidak??? Back to your self….. Mari memajukan Indonesia dengan membaca!!
WILDA DIAH AYU PUSPITANINGRUM
TUGAS UTS
KELAS XI IPA 4
STUDENT DAY JURNALISTIK
Semakin Pintar Dengan Surat Kabar
Memangnya, seberapa pentingnyakah para pelajar membaca surat kabar? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup sering kita dengar diucapkan oleh teman-teman kita, nah ketika kita mendengar hal ini apa jawaban kita? Sebagai generasi penerus bangsa yang semestinya memiliki wawasan yang luas para pelajar hendaknya mengetahui betapa pentingnya informasi yang ada di surat kabar. Bukan hanya berita-berita masalah politik yang terkesan membosankan. Namun, masih banyak informasi atau berita-berita penting yang dapat kita ketahui seperti, berita nasional, internasional, kesehatan, pendidikan, kriminal, bisnis dan keuangan serta masih banyak lagi informasi yang bisa kita dapatkan.
Surat kabar pertamaku adalah koran Kompas. Koran ini saya rasa punya sesuatu yang berbeda dalam hal penyampaian berita kepada para pembaca. Mulai dari topic-topik yang diangkat, narasumber yang dapat dipercaya hingga penyajian berita yang menarik. Bagi saya informasi-informasi itu tak hanya yang terdapat dalam buku-buku sekolah saja, melainkan sangat luas.. hanya kita jarang berusaha untuk mencari dimana informasi tersebut dapat kita ketahui. “Membaca adalah kunci kesuksesan” rasaya kalimat ini benar, mari kita bandingkan orang yang rajin membaca tentu memiliki wawasan yang lebih luas dibandingkan dengan orang yang malas membaca. Hal ini dapat kita buktikan dengan keberanian seseorang dalam mengungkapkan pendapatnya dan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang lugas sehingga mudah dipahami maksudnya.
Berita-berita yang paling saya suka dalam surat kabar adalah berita internasionalnya. Karena berita internasional itu jarng di expose di televisi, sehingga saya membacanya di surat kabar atau media internet. Menurut salah seorang pegawai Di RSUD Cibinong yang bernama Widya Wulan Ayu mengatakan, “dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu saya sibuk bekerja di RSUD Cibinong sehingga terkadang saya ketinggalan informasi. Untuk itulah saya berlangganan koran atau menonton berita di televisi pada malam harinya.” Ujarnya. Dari kutipan wawancara tersebut menyiratkan bahwa masyarakat semakin menginginkan informasi dan tidak ingin ketinggalan informasi. Dengan arus perkembangan teknologi yang semakin memudahkan kita mencari informasi maka diharapkan para generasi muda Indonesia dapat menjadi semakin pintar dengan membaca surat kabar. Negara Amerika Serikat dan Jepang maju karena rakyatnya gemar membaca. Nah, kenapa kita tidak??? Back to your self….. Mari memajukan Indonesia dengan membaca!!
WILDA DIAH AYU PUSPITANINGRUM
TUGAS UTS
KELAS XI IPA 4
STUDENT DAY JURNALISTIK
Surat kabar jendela dunia
Aku suka membaca surat kabar, karena membaca bagiku adalah hal yang paling aku suka dan kita bisa mengetahui perkembangan dunia yang sekarang sedang marak dan juga menambah ilmu. Surat kabar berisi tentang olahraga, fashion, politik, ekonomi dunia dan Negara, sampai perkembangan teknologi yang semakin marak di belahan dunia. Aku suka membaca surat kabar di pagi hari sebelum aku melakukan aktivitas. Hal yang menarik dalam surat kabar bagiku adalah berita yang sangat baru dan masih hangat dibicarakan oleh masyarakat, berita yang menurutku baik dibaca oleh para remaja seperti Koran karena, bagiku membaca Koran sangat penting bagi para remaja agar dapat mengetahui berita tentang dunia yang sedang hangat di bicarakan seperti perkembangan jaman tekonologi, fashion, ekonomi dunia dan Negara. Dari surat kabar seperti Koran kita bisa melihat dunia dengan jelas dan kita dapat mengetahui apa yang sedang terjadi pada dunia sehingga dunia mengalami krisis dan juga kita dapat mengetahui keadaan dunia. Dengan kita menyukai membaca surat kabar pengetahuan kita bisa lebih luas.
Luh wulandari A.
XI IPA U 2
Kamis, 21 Oktober 2010
Tergeser Oleh Jaman
Di era yang semakin maju ini segalanya bisa menjadi lebih mudah. Untuk surat kabar saja kita bisa mengaksesnya melalui internet, dimana pilihan berita maupun informasi lainnya lebih fariatif dan tentunya lebih up to date.
Surat kabar juga tidak hanya sekedar memberi informasi saja. Di dalamnya informasi yang ada juga sarat akan edukasi—walau memang tidak disampakan secara langsung.
Namun sangat disayangkan, seringkali kita—terutama kalangan remaja jarang memanfaatkan surat kabar berupa koran. Lebih seringnya kita hanya membaca surat kabar yang berupa majalah ataupun tabloid remaja yang—kebanyakan—berisikan tentang informasi seputar selebritis. Tidak ingin menampik kenyataan bahwa saya pun terkadang seperti itu.
Kebanyakan orang tidak mau membaca koran adalah karena menganggap koran agak ribet untuk di gunakan. Seringnya, orang-orang lebih suka membaca berita melalui ponsel yang terkoneksi dengan internet. Alasannya? Sudah tentu, bahwa membaca berita ataupun informasi melalui internet lebih praktis.
Intinya sih, seiring berkembangnya jaman, posisi koran sebagai sumber informasi menjadi tersisih oleh perkembangan teknologi yang semakin lama semakin tak terbatas lagi.
Tapi walau begitu, koran tetaplah berjasa sampai kapanpun. Karena awal surat kabar elektronik adalah surat kabar cetak itu sendiri.
Verdina Sri Mulia_XI IPA 1
Tergeser Oleh Jaman
Di era yang semakin maju ini segalanya bisa menjadi lebih mudah. Untuk surat kabar saja kita bisa mengaksesnya melalui internet, dimana pilihan berita maupun informasi lainnya lebih fariatif dan tentunya lebih up to date.
Surat kabar juga tidak hanya sekedar memberi informasi saja. Di dalamnya informasi yang ada juga sarat akan edukasi—walau memang tidak disampakan secara langsung.
Namun sangat disayangkan, seringkali kita—terutama kalangan remaja jarang memanfaatkan surat kabar berupa koran. Lebih seringnya kita hanya membaca surat kabar yang berupa majalah ataupun tabloid remaja yang—kebanyakan—berisikan tentang informasi seputar selebritis. Tidak ingin menampik kenyataan bahwa saya pun terkadang seperti itu.
Kebanyakan orang tidak mau membaca koran adalah karena menganggap koran agak ribet untuk di gunakan. Seringnya, orang-orang lebih suka membaca berita melalui ponsel yang terkoneksi dengan internet. Alasannya? Sudah tentu, bahwa membaca berita ataupun informasi melalui internet lebih praktis.
Intinya sih, seiring berkembangnya jaman, posisi koran sebagai sumber informasi menjadi tersisih oleh perkembangan teknologi yang semakin lama semakin tak terbatas lagi.
Tapi walau begitu, koran tetaplah berjasa sampai kapanpun. Karena awal surat kabar elektronik adalah surat kabar cetak itu sendiri.
Verdina Sri Mulia_XI IPA 1
Sabtu, 16 Oktober 2010
Minat Baca Koran Orang Indonesia
Mungkin teman-teman sering dengar tentang minat orang Indonesia dalam hal membaca. Ketika mendengar teman kita ”ngapain baca nonton di TV lebih asyik!”. hati ini terasa membenarkan apa kata orang-orang sana yang beranggapan kalau orang Indonesia tuh malas membaca.Jumlah penduduk Indonesia yang sudah berada di atas 200 juta jiwa, cukup banyak bukan?? Tapi coba kita tengok saja oplah surat kabar Indonesia. Kompas merupakan surat kabar yang terkemuka di Indonesia, oplahnya ”hanya” 530 ribu eksemplar. Herannya pasar telepon selular di Indonesia, yang setiap harinya terjual rata-rata delapan ribu unit, atau hampir tiga juta unit per tahun. Padahal harga handphone termurah berkisar 200-300 ribu rupiah per unit. Jauh lebih mahal dibandingkan harga buku. Itulah Indonesia, yang menurut beberapa ahli, mengalami loncatan budaya, dari budaya bertutur ke budaya menonton. Ckck, melihat Cover surat kabar atau buku saja sudah enggan apalagi melihat isinya?? Mungkin kemalasan orang Indonesia bisa dilihat dari angka penjualan pesawat televisi yang rata-rata mencapai 300 ribu unit per bulan, atau enam juta unit per tahun. Sementara harga pesawat TV, paling murah 500 ribu rupiah per unit.
Perhatikan anak SD zaman sekarang saja rata-rata sudah memegang HP. Padalah mereka belum benar-benar membutuhkannya. Dari kejadian ini banyak orang yang berpikir mengapa orang tuanya memperbolehkan barang yang dibutuhkan saaat mereka dewasa??? Hal ini perlu dipertanyakan. Dengan adanya bukti ini berarti hp yang dibeli dari kalangan anak-anak maupun kalangan orang tua sangat tinggi pembeliannya dari pada pembelian surat kabar yang harganya paling mahal Rp.3.500. Wah-wah padahal Ada beberapa pendapat dari para ilmuwan bahwa HP berbahaya bagi kesehatan manusia, salah satu penyakit yang akan muncul bila terlalu lama menggunakan HP adalah :
Peningkatan Resiko Autis pada anak-anak
Resiko Stroke akibat perubahan protein Albumin serta mempengaruhi fungsi enzim dan protein.
Penyebab infeksi mulut
Membuat tuli
Pemicu kanker otak
Pemicu kanker mulut
Menurunkan tingkat kecerdasan
Jadi ketika anda melihat dampak diatas, lebih baik membaca surat kabar atau mengutak-atik hp yang mengakibatkan berbagai macam penyakit???
Maka kesimpulannya Orang Indonesia umumnya memang malas membaca. Orang Indonesia lebih suka menonton bioskop dan televisi ketimbang membaca buku atau koran. Orang Indonesia lebih gemar membeli handphone daripada membeli Koran dan sumber bacaan lainnya. Jadi, kalau usaha penerbitan dan penjualan buku hingga kini masih tertatih-tatih, jangan salahkan harganya. Orang Indonesia umumnya memang malas membaca. Orang Indonesia lebih suka menonton bioskop dan televisi ketimbang membaca buku atau koran. Orang Indonesia lebih gemar membeli handphone daripada membeli buku dan sumber bacaan lainnya. Jadi, kalau usaha penerbitan dan penjualan buku hingga kini masih tertatih-tatih, jangan salahkan harganya. Hayo, bagaimana bisa Negara ini maju kalo masih banyak yang buta huruf??
Bagaimana cara meningkatkan minat baca penduduk Indonesia???
Kita lihat yuk pendapat mereka….
Muhammad Majdillah Khoir (IPA II)
: yang pertama, ajak temen kita pergi ke toko buku.
yang ke dua ,baca bareng dengan teman
ke tiga ,beli buku atau langganan
ke empat, ajak ke perpus
ke lima,mendongeng atau memberi penjelasan kepada teman kita dengan hal-hal yang membuat mereka tertarik
kebanyakann ya
Furqon Umar (SMA
Cokroaminoto)
: ya buat buku yang menarik di
kalangan remaja karena remaja itu bisa menjadi
pendorong kalangan lain untuk bisa suka
membaca...
Nurul Imaniar Susanto (16 tahun)
: ya adain perpustakaan yang nyaman dan bisa dijadiin tempat nongkrong juga, jadi orang ngga bete kalau baca bukuu..mm bisa juga tuh kalau diadain perpustakaan keliling buat anak-anak kecil yang rajin baca.
Restu Putri Pertiwi (Mahasiswi UNJ)
: perbanyak /ciptakan taman bacaan masyarakat
secara gratis dan kurangin acara-acara tv yang
ngga bermutu...
Semoga artikel ini bermanfaat.... dan jangan lupakan surat kabar negara kita yaaa dan jadilah enerasi yang cinta akan produk negeri ini. GOOD BYE **FITHRIASTUTI NAGARI (XI-IPA Ung.1)
“Buka Jendela Cakrawala dengan membaca Koran”
Koran adalah media
Orang-orang berpendapat koran adalah
Banyak keuntungan-keuntungan yang kita dapat dari membaca Koran seperti penambahan wawasan dan cakrawala dari rubrik hiburan, internasional, ekonomi Negara, kesehatann dan masih banyak yang lainnya. Selain dari, bertambahnya cakrawala dan wawasan, kita juga dapat melihat pengalaman orang orang dan kita dapat terinspirasi dari pengalaman orang tersebut.
Koran juga ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari kita, yaitu kita dapat mengetahui keadaan di luar negri dan di dalam negri. Kita juga tidak akan tahu bila tidak membaca koran bahwa saat ini mie instant sudah dilarang untuk konsumsi.
Koran juga mempunyai manfaat membersihkan kaca jendela menggunakan kertas koran, mengapa koran dapat membersihkan kaca?. Ini dia sebabnya,
1. Kertas koran bersifat Menghisap, Theodore Lustig dari West Virginia University of Journalism mengatakan, Kertas koran memiliki pori-pori (ruang antar sel) yang lebar dan tidak terlapisi apa-apa (tidak ada lapisan lilin atau dempul). Oleh karena itu, kertas tersebut berfungsi hampir seperti spons. Hal ini bermafaat untuk tugas yang membutuhkan penyerapan air (termasuk pula membersihkan jendela).
2. Sifat Kertas tidak menolak Air Menurut Jim Patton, Manajer proses pada Smurfit Newsprint, Pomona, California, kertas koran memang sangat menyerap. Jika kebanyakan kertas dicampuri bahan lem untuk menolak air, tidak demikian dengan koran. Sehingga, kertas koran sangat kecil sifat menolak airnya. Hal ini juga menyebabkan bahwa tinta yang menempel pada koran tidak hanya menempel dipermukaan, tapi bisa meresap.
3. Kertas Koran memberi sifat Mengkilap dan mudah Kering Menurut Brent Weingard, dari Expert Window Cleaner, selapis tinta yang tertinggal di permukaan jendela itulah yang membuat jendela mengkilat dan terlihat warna-warni.
So, jangan sia-siakan koran, karena koran memiliki sejuta manfaat.
ME VS SURAT KABAR
Kehidupanku sangatlah menyenangkan berselimutkan kain emas, layaknya seorang Raja mulia perkasa nan tampan hidup di singgasana nan istimewa. Entah kenapa belakangan ini saya selalu murung tanpa alasan yang jelas apa ini semua karena ulah Tukang Pos yang selalu mengirimkan paket – paket yang memuat berbagai bentuk dan bermacam – macam surat kabar berbulan bulan ini. Tak terpikirkan oleh-Ku kenapa paket yang diberikan tukang pos itu selalu tertuju padaku dan siapa yang mengirimkannya apakh manusia, hewan atau makhluk asing……….
Namun masalah itu tak memperlambat niatku untuk membaca semua isi dari paket yang berisikan surat kabar tersebut.ketika saya membuka dan membaca isi dari surat kabar itu terlintas tulisan yang tak begitu penting bertuliskan “ Kamu harus Berkarya”. Apa … maksudnya ???
Melihat tulisan itu terbesit rasa canggung untuk melakukannya, boro-boro melakukannya ngerti aja kagak. Singkat cerita tatapan saya tertuju pada kiriman tukang pos kemarin. Saya pun bepikir dan terus berpikir bagaimana cara mendari jalan tengah mangenai masalah ini. Spontan raga ku bang kit untuk berbuuat dan melakukan ide-ide yang terpikirkan ini yaitu sayya harus mulai berkarya membuat hasi – hasil seperti kiriman tukang pos kemarin dengan cara mencari informasi – informasi seputar kehidupan selama iini.
Ternyata eh ternyata………… saya berhasil melakukan perintah dari petunjuk yang selama ini penuh dengan kerahasiaan. Jangan lah berhenti sejenak untuk melakukan sesuatu atas suatu perintah atau hal laiinnya karena dari bahan itulah yang bisa membuatmu lebih kreatif lagi.
Agif Andi P X1 IPA 5
AKU,REMAJA & SURAT KABAR YANG TERLUPAKAN
Pernahkah kalian berpikir seberapa kali kalian sebagai seorang remaja yang pastinya butuh informasi membaca
Padahal informasi poliltik ekonomi dan bisnis apa salahnya kalau dibaca ketimbang diam dan ketinggalan berita terbaru. Terbayang kita sebagai pelajar yang seharusnya paling berperan tertinggal berita yang hanya dalam negeri kita sendiri betapa memalukannya. Remaja sebagai pelajar adalah kalangan dimana pengetahuan apapun itu bisa sangat penting dikemudian hari.
Mereka hanya akan membaca apa yang mereka anggap menarik, seperti remaja putrid yang asyik dengan majalah fashionnya padahal harganya yang cukup tinggi dan remaja putra dengan majalah sport dan otomotifnya. Lalu bagaimana dengan
Kalau remajanya saja sudah malas membaca bagaimana mereka melengkapi informasi yang wajib mereka dapatkan. Padahal zaman sekarang sudah semuanya canggih kita ketinggalan informasi waw itu tidak dapat dibayangkan bukan. Tidak banyak dari orang tua mereka yang berlangganan
(NURANI RUSMANA P IX IPA 1)
Koran Ku Manfaat untuk Ku
Dengan Zaman yang segala sesuatunya harus dipersiapkan secara matang dan sosialisasi yang harus diadaptasikan dengan kehidupan pribadi dan Kelompok masyarakat. Ya…tujuan utamanya adalah Mempertahankan Hidup sebagai makhluk sosial. Sejatinya, Koran adalah berisi catatan peristiwa (berita) atau karangan (artikel, feature, dsb) dan iklan karena biasa memuat hal yang bersifat dagang (promosi) diterbitkan secara berkala (periodik) waktu penerbitannya akan menggolongkan sebagai sebuah surat kabar atas harian, mingguan, bulanan, atau mungkin tahunan. Dijual untuk umum karena Koran ditujukan untuk umum atau khalayak luas bukan personal.
Oleh karena itu, Kita semua dapat menyimpulkan bahwa Koran bukan hanya sekedar mencangkup dan membahas kehidupan pribadi seseorang melainkan harus mempengaruhi kehidupan khalayak banyak. Meskipun membahas permasalahan seseorang, tetapi diakhirnya pasti ada pengaruh terhadap para pembaca Koran tersebut karena jika tidak, kualitas Koran tersebut dapat dikatakan Kurang layak dikatakan sebagai Koran ataupun surat kabar.
Dan menurut saya khususnya, Koran merupakan sebuah cerita atau dokumentasi tentang langkah-langkah, peristiwa, dan penggambaran tentang dunia secara luas. Dengan Koran, kita bisa tahu tentang apa saja yang sedang terjadi di dunia secara terkini, meskipun kita tidak merasakan peristiwa tersebut secara langsung. Terkadang, dengan Koran Saya bisa membuka topik obrolan terbaru dengan teman-teman, sehingga Tahap Sosialisasi saya dengan teman dapat meningkat, dan Kita tidak terkesan GAPTEK atau ketinggalan Zaman di waktu yang sedang terkenal cepatnya terhadap informasi. Ditambah lagi, Kedudukan saya sebagai pelajar SMA yang didalam beberapa mata pelajaran yang membutuhkan media massa seperti Koran. Betapa terbantunya saya, meskipun sekarang telah ada Koran online yang membutuhkan media internet, tapi terkadang Koran terbitan lebih banyak terpakai dan menjadi syarat utama dari tugas tersebut. Jadi, Terima kasih Koran!
Tetapi, Saya yakin manfaat itu tidak hanya dirasakan oleh saya yang sebatas pelajar. Tetapi, para pemilik jabatan tertinggi di Seluruh dunia pun dapat merasakan beberapa manfaat dari apa yang disebut Koran. Karena Koran merupakan bagian dari Media Pers yang interaktif dan komunikatif tetapi tidak dapat menjadi sebuah lembaga Independent, melainkan menjadi Lembaga Kemasyarakatan yang memiliki kesinambungan antara Pers-Pemerintah-Masyarakat. Jadi, dengan adanya Koran sebagai salah satu media Pers, dapat menentukan kemajuan suatu Negara, baik dari segi urusan Pemerintah dan Masyarakat. Dengan demikian, Koran adalah Manfaat besar baik bagi diri Saya dan bahkan untuk Kemajuan Suatu Negara. **Fina Destriana (XI-IPA Unggulan 1)
Kehidupanku dengan surat kabar
Kring, kring, kring bel sepeda sang loper Koran berbunyi, ayahku sudah bersiap di pintu pagar untuk mengambil Koran nya. “ hot news nya apa bang?” Tanya ayahku. “wah, saya juga kurang tahu tuh pak, heheh”. Jawab si loper Koran.
Surat kabar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Koran berasal dari bahasa belanda = krant, bahasa perancis = courant, yaitu suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topic. Surat kabar juga bisa berisi komik, TTS dan hiburan lainnya. Surat kabar umum, biasanya terbit setiap hari.
Pertama kali yang ada dibenak ku tentang Koran adalah membosankan, bacanya ribet karena kegedean, tapi penting juga sih buat informasi di kehidupan kita. Koran memang sangat penting bagi kehidupan. Bayangkan saja Koran yang berpuluh-puluh lembar dan beratus-ratus informasi dapat kita beli dengan harga maksimal Rp. 3000 . Pertama aku memang tidak begitu respon terhadap Koran, Koran yang biasa ayahku beli setiap hari tak pernah aku sentuh kecuali untuk membungkus sesuatu, memang perlakuan ku terhadap Koran sedikit kejam, tapi tidak untuk sekarang. Aku mulai membuka koran ketika aku tidak sengaja melihat gambar idolaku. Dan aku mulai membuka rubik yang lainnya. Ternyata asik juga. Esok harinya aku terus ketagihan membaca Koran lagi. aku jadi tahu informasi ter-update hari itu. Aku merasa paling pintar sendiri tentang berita-berita, hot issue dan yang lainnya. Mungkin hal awal ku berfikir tentang Koran itu membosankan itu hilangsetelah informasi yang disampaikannya begitu menarik. Jadi pada intinya jangan menilai sesuatu dari cover nya saja sebelum kita melihat isinya. Cover hanya sekilas dari isi, tetapi isi adalah segudang bahasan yang mendeskripsikan semua yang ada dilapisan atmosfer. Yang kita tahu menjadi tahu banget.
(Annisa Sayyidatul Ulfa) XI IPA 1
Untung rugi surat kabar
bicara untung rugi jadi kayak mau dagang aja nih...
sekarang mendingan kita ungkap untung dan ruginya surat kabar ?
Surat kabar adalah media yang memberikan informasi kepada khalayak banyak dan informasi yang diberikan sangat bermanfaat. sekilas adalah pengertian surat kabar.
surat kabar tidak hanya ada keuntungan ada juga loh kerugiannya..
Bener gak sih semua itu ?
ya yang bisa menilai hanya kalian masing-masing aja.
Manfaat surat kabar dalam kehidupan
pastinya banyak banget manfaat surat kabar , karena di surat kabar kita dapat mengetahui banyak informasi dari urat kabar , berita apapun yang mencangkup kejadian-kejadian diseluruh dunia. informasi penting yang harus kita ketahui pasti ada , supaya kita gak ketinggalan jaman.
misalnya dari berita gadget terbaru dan yang paling canggih , informasi tentang dunia bisnis , pemerintahan ya dari mulai kasus-kasus besara sampai kasus kecil di parlemen, olahraga dari olahraga air, udara ,dan darat berbagi jenis olahraga lain dari seluruh dunia pasti selalu nongol di surat kabar. berita-berita tersebut dapat menambah wawasan kita juga loh, jadi kalau kita diajak ngobrol orang lain yang membahas berita terkini kita pasti akan selalu tau
,ya kan... ;)
Surat kabar juga banyak ilmunya ?
Dalam hidupku surat kabar memberi pengaruh positif , karena kita kan belajar engga hanya dari buku-buku pelajaran tapi semua ilmu juga bisa kita dapat dari mana saja, termasuk saat kita membaca surat kabar. kita lebih bisa mengembangkan ilmu kita dan membagi-bagikan ilmu yang kita dapat pada saat membacanya kepada orang lain, bertukar fikiran kepada orang lain yang mungkin memnfaatkan surat kabar sebagai sarana mendapat ilmu.
Surat kabar yang beredar di Indonesia saat ini sudah sanagt baik dalam menyuguhkan informasi yang update untuk para pembacanya, begitu menariknya kan surat kabar kalau kita suka membacanya,, dan manfaat yang diberikan gak membuat kita rugi malah kita jadi semakin untung.
Tapi gak sedikit orang yang berfikir kalu surat kabar tuh ada ruginya ?
koq bisa ya..
Menurut orang surat kabar ada ruginya, mungkin....
mereka berfikir kalau baca surat kabar tuh ribet terlebih lagi buat orang yang Superduper sibuknya engga ketulungan, sampe-sampe gak ada waktu luang buat yang namanaya baca surat kabar yang berelmbar-lembar danlumayn banyak.
tapi padahal kan jaman udah modern kayak gini masih ada aja orang yang pusing mikirin karena gak bisa baca koran cuman karena malas untuk meluangkan waktunya yang sibuk. Padahal sekarang sudah ada surat kabar online yang bisa kita akses dimana aja, kapan aja dan hanya dengan satu sentuhan jari untuk melihat informasi luas dan kegarangan dunia luar . ya kan ..
jadi sekarang giliran kalian yang emenntukan kalau surat kabar tuh banyak untung tau ruginya ... ?
oleh : AWALIYAH OKTAVIANI
kelas : XI IPA 1
andai masyarakat minat membaca
Tidak ada koran , tidak ada majalah, tidak ada bulitin , bahkan tidak ada internet! Pasti , kita tidak berkomunikasi dengan dunia luar. Pasti kita hanya bisa mendapat informasi yang kita butuhkan dari mulut ke mulut. Tentu hal itu menyebabkan perubahan terkini dari belahan dunia lain akan sulit diakses. Namun, karena sekaran surat kabar sudah ditemukan, kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi yang kita mau. Informasi terbaru dari belahan dunia lain bisa didapat dengan cepat dan jelas. Hal ini tentu sangat menguntungkan. Kita tidak perlu khawatir ketinggalan berita berita yang sedang hangat dibicarakan orang orang.
Surat kabar merupakan jendela dunia dimana masyarakat bisa mengetahui informasi dari negara luar dengan cepat dan mudah. Perkembanganya pun sekarang sudah lebih canggih dengan adanya internet. Surat kabar digital yang selalu update setiap menit bahkan setiap detik. Namun dilihat dari keadaan penduduk di indonesia yang sangat banyak. Minat membaca masyarakatnya masih kecil sekali hanya sekitar 23.5 % dari jumlah masyarakat indonesia yang berjumlah 227.345.028 jiwa. Hal ini lebih baik daripada negara singapura sekitar 74,.5% atau hongkong yang seitar 75,5 %. seandainya masyarakat kita bisa lebih berminat membaca..
nama : nurul hardianti
kelas : XII Ipa 5








