Rabu, 23 Mei 2012
Tembok Kota ikut "MENANGISI" Tragedi Sukhoi
Sabtu, 09 April 2011
Tangki Kerosin Pertamina Cilacap Meledak
Tangki Kerosin Pertamina Cilacap Meledak
Ledakan dan kebakaran besar di kilang minyak Pertamina Cilacap ini diawali ledakan tangki premium pukul 04.00 WIB pagi tadi. Hingga saat ini upaya pemadaman sedang dilakukan. Belasan mobil damkar keluar masuk kilang minyak milik Pertamina ini. Sebelumnya pada pagi hari, tangki premium yang meledak
"Waktu selang ditarik karena kehabisan air langsung tangkinya meledak," ujar Suratno, anggota tim rescue BPBD Cicalap, kepada wartawan di lokasi kebakaran, Cilacap, Jateng, Sabtu (2/4/2011).
Jadi ledakan kali murni karena kesalahan manusia, human error bukan karena sabotase pihak tertentu. Akibat ledakan tersebut, kobaran api makin menjadi-jadi. Api ditiup angin ke arah Timur menuju dua tangki yang tersisa di deretan ini. Sementara itu tepat di depannya ada berderet tangki berisi bahan bakar yang rawan ikut terbakar.
Amalia N X5
Sumber: http://jurug.blogspot.com/2011/04/tangki-kerosin-pertamina-cilacap.html
Tragedi Gempa Bumi di Cilacap
Belum selesai Cilacap menanggulangi masalah kebakaran pertamina yang sampai saat ini belum bisa memadamkan api, dimana dalam rekaman video kebakaran, tampak kepanikan warga cilacap. Kini harus mengalami gempa bumi yang diperkirakan berpotensi tsunami.
Saat ini warga masih berlarian menuju Utara Cilacap. Mereka menuju alun-alun Cilacap untuk menyelamatkan diri.
Popika M X4
Sumber : http://www.wartaberita.net/2011/04/gempa-cilacap.html
Sabtu, 02 April 2011
5 Tsunami Paling Mematikan di Jepang
National Geophysical Data Center National Oceanic and Atmospheric Administration (NGDC NOAA) mencatat, beberapa gempa di Jepang telah mengakibatkan tsunami yang mematikan. Jika ditotal, lebih dari 100.000 orang tewas akibat gempa diikuti tsunami. Terakhir, tsunami terjadi pada Jumat 11 Maret 2011 setelah gempa berkekuatan 9 mengguncang negeri itu.
Berikut merupakan daftar tsunami paling mematikan berdasarkan data NGDC NOAA. Tsunami yang pertama kali terdata lembaga itu terjadi pada 29 November 684 dengan ketinggian gelombang mencapai 3 meter, terjadi akibat gempa 8,4 magnitude di Nankaido. Daftar tsunami paling mematikan di Jepang di bawah ini belum mencakup tsunami Jumat lalu.
1. Tsunami tahun 1498 Tsunami paling mematikan di Jepang terjadi pada 20 September 1498 dengan sumber dari wilayah Laut Enshunada. Tsunami terjadi akibat gempa 8,3 magnitude. Sebanyak 31.000 orang tewas dalam bencana alam ini, disertai rusak parahnya 1.000 rumah di wilayah sekitar.
2. Tsunami tahun 1707 Tsunami kedua paling mematikan terjadi di wilayah Nankaido pada 28 Oktober 1707, lebih kurang pada pukul 05.00 pagi. Korban tewas mencapai 30.000 orang dengan 29.000 rumah hancur. Tsunami ini terjadi akibat gempa 8,4 magnitude.
3. Tsunami tahun 1896 Tsunami mematikan selanjutnya menewaskan 27.122 orang, melukai 9.247 orang, dan merusak 11.000 rumah. Tsunami terjadi pada 15 Juni 1896, lebih kurang pada pukul 10.33 waktu setempat. Tsunami terjadi terjadi di wilayah Sanriku dan merupakan akibat dari gempa berkekuatan 7,6.
4. Tsunami tahun 1771 Tsunami ini terjadi di Ryuku Islands setelah gempa berkekuatan 7,4. Tepatnya, tsunami terjadi pada tanggal 24 April 1771. Tsunami menewaskan 13.486 jiwa dengan jumlah kerusakan rumah mencapai 3.237 unit.
5. Tsunami tahun 1586 Tsunami ini menewaskan 8.000 orang. Tsunami terjadi di Pantai Ise, tepatnya pada tanggal 18 Januari 1586. Tsunami terjadi akibat gempa berkekuatan 8,2. Tidak ada catatan tentang jumlah rumah yang hancur dan waktu persis kejadian tsunami tersebut.
Sejauh ini, telah terjadi 345 tsunami. Sementara itu, tsunami yang terjadi Jumat lalu adalah tsunami terakhir yang terdata dan berdasarkan data terkini telah menewaskan 2.000 orang lebih. Koreksi terakhir oleh Badan Meteorologi dan Geofisika Jepang, tsunami terjadi akibat gempa 9 magnitude.
Popika M X-4
Sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/03/13/14030740/5.Tsunami.Paling.Mematikan.di.JepangSabtu, 12 Maret 2011
Tsunami Jepang
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Pasca Gempa-Tsunami, 215 Ribu Warga Jepang Berada di Pengungsian
video
Tsunami Sapu Semua yang Dilalui
foto
Jepang Luluh Lantak
Tokyo - Pasca gempa dan tsunami setinggi 10 meter menerjang sejumlah wilayah Jepang, tidak sedikit warga yang kehilangan rumah. Tercatat hingga kini sekitar lebih dari 215 ribu orang berada di pengungsian darurat.
Demikian seperti disampaikan Kepolisian Nasional Jepang dan dilansir AFP, Sabtu (12/3/2011). Tempat pengungsian darurat tersebut diketahui berada di sebelah timur dan juga barat Jepang.
Dari total jumlah pengungsi tersebut, sekitar 100 ribu merupakan para pengungsi dari area pusat pembangkit nuklir yang ada di wilayah Fukushima. Diketahui bahwa kebocoran radiasi dari reaktor nuklir yang ada di wilayah itu mengancam para warganya.
Sementara itu, jumlah penduduk yang kehilangan rumah diperkirakan terus bertambah. Hal ini seiring dengan pengakuan pihak Kepolisian yang belum mendapat laporan dari wilayah Miyagi, dimana ratusan orang dilaporkan tewas.
Dikhawatirkan juga, ribuan orang di Miyagi masih terjebak dalam reruntuhan bangunan, yang sempat dikepung banjir akibat tsunami kemarin.
Terakhir, KBRI Tokyo melansir data terbaru soal korban tewas dari media Jepang, NHK. Tercatat jumlah korban tewas dan hilang gempa dan tsunami di Jepang bertambah menjadi 1.312 orang. Rinciannya 612 orang meninggal dan 700 orang masih hilang.
Transportasi di Tokyo yang masih aktif, yakni subway dan bus kota. Bandara Internasional Narita sudah mulai aktif, sedangkan Bandara Haneda masih ditutup dengan alasan keamanan.
Gempa di Jepang terjadi pukul 12.46 WIB, Jumat (11/3) kemarin dan berpusat di 373 km timur laut Tokyo. Prefektur Miyagi menderita kerusakan paling parah.
Sumber :http://www.detiknews.com/read/2011/03/12/120802/1590251/10/pasca-gempa-tsunami-215-ribu-warga-jepang-berada-di-pengungsian
Popika M X4
Jumat, 05 November 2010
Dahsyatnya Abu Merapi
Merapi terus meletus. Seiring tanah bergetar, sang gunung memuntahkan material vulkanik ke udara. Asap membubung tinggi, lalu jatuh ke mana angin membawa.
Di Yogyakarta Jumat (5/11) pagi ini, warga menyambut pagi yang gelap dan kelabu. Kota itu, juga berbagai wilayah di sekitar Merapi, diselimuti abu. Penduduk harus beraktivitas dengan masker, agar material silika tak terhirup ke paru-paru yang bisa terganggu karenanya.
Semua jadwal di bandara Adi Sutjipto dibatalkan demi keselamatan penerbangan. Di Bandung, sejumlah penduduk melaporkan hujan abu yang dikaitkan dengan Merapi.
Relawan terus berdatangan membantu pengungsi Merapi. Di berbagai sudut negeri, orang-orang mengulurkan tangan. Di berbagai jejaring, kepedulian terbentuk...
Gunung Merapi memuntahkan material vulkanik, terlihat dari Klaten, Kamis (4/11). (AP Photo/Irwin Fedriansyah)
Penduduk menyelamatkan diri dengan motor setelah Gunung Merapi meletus lagi, Jumat (5/11). Pemerintah meluaskan zona bahaya menjadi 20 kilometer dari pusat kawah Merapi. (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Tim penyelamat mencari korban Merapi di Argomulyo, Yogyakarta, Jumat (5/11). (AP Photo/Trisnadi)
Tim relawan dan tentara di Argomulyo lari menyelamatkan diri setelah Merapi kembali meletus, Jumat (5/11). (AP Photo/Trisnadi)
Sebuah pesawat, berselimut abu vulkanik, diparkir di bandara internasional Adi Sutjipto, Yogyakarta, Jumat (5/11). Bandara yang landasannya tertutup abu putih harus ditutup. (AP Photo/Irwin Fedriansyah)
Masyarakat melakukan aktivitas menggunakan masker saat melintas di Jalan Pangeran Diponegoro, Yogyakarta, Jumat (5/11). Erupsi Gunung Merapi yang kembali terjadi pada Kamis (5/11) mengeluarkan debu vulkanik yang menyelimuti Kota Yogyakarta, sehingga masyarakat diimbau menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat debu vulkanik. (Foto ANTARAWahyu Putro A)
Seorang anak berjalan di antara pohon yang tumbang di jalan lingkar Muntilan, Jawa Tengah, Jumat (5/11). Banyak pohon tumbang di beberapa wilayah Muntilan akibat hujan abu vulkanik dari Gunung Merapi. (Foto ANTARA/Wihdan Hidayat)
oleh : Awaliyah Oktaviani
sumber : http://id.news.yahoo.com/yn/20101105/tid-dahsyatnya-abu-merapi-a143c86.html














