INDOSIAR

Kunjungan media massa elektronik dengan mengunjungi gedung indosiar dan mengunjungi beberapa acara seperti Histeria, Kiss, Kultum, Buaya Show dan liga Serie A juga diajarkan menjadi seorang Jurnalist yang handal

METRO TV

kunjungan media ke gedung METRO TV dan diajarkan menjadi JURNALIST yang profesional

BERFOTO DENGAN UYA KUYA

Disaat sedang berkunjung ke acara Buaya Show kita sempatkan untuk berfoto dengan artis ternama yaitu UYA KUYA

OLEH OLEH

Penyerahan hadiah oleh pihak INDOSIAR kepada ka Dian, selaku pembina PESAT JURNALISTIK

ACARA PEMBUKAAN

Saat menunggu dari pihak INDOSIAR kita sempatkan untuk berfoto dan makan makan

BERTEMU ARTIS

Siapa sangka di sela sela kesibukan di gedung indosiar kita bertemu dengan artis The Changcuters

Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2011

Lapisan Ozon Kutub Utara Rusak

Gawat! Lapisan Ozon Kutub Utara Rusak ParahPada akhir Maret lalu, 40% lapisan ozon stratosfer mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan ini meningkat setelah sebelumnya hanya mengalami kerusakan 30%. Lapisan ini rusak diakibatkan polusi industri kimia. Dalam perjanjian PBB, beberapa bahan kimia dilarang digunakan karena akan mengendap terus di atmosfer selama bertahun-tahun. Perjanjian ini berisikan penggunaan CFC yang terdapat pada lemari es.

Jika lapisan ozon kutub utara ini rusak, maka manusia bisa terkena kanker kulit. WMO memaparkan data ini di ajang tahunan European Geosciences Union (EGU) di Vienna, Austria. Meski mendinginnya stratosfer merupakan peristiwa tahunan di kutub selatan, gambaran kutub utara masih belum bisa diprediksi. "Tingkat kerusakan lapisan ozon di musim dingin tergantung pada kondisi meteorologi," ungkap Sekjen World Meteorogical Organization (WMO) Michel Jarraud.Kerusakan lapisan ozon pada 2011 menunjukkan, manusia harus waspada dan menyadari situasi kutub utara untuk beberapa waktu ke depan, lanjutnya.

Kerusakan lapisan ozon pada 2011 menunjukkan, manusia harus waspada dan menyadari situasi kutub utara untuk beberapa waktu ke depan, lanjutnya. Rusaknya lapisan ozon membuat sinar ultraviolet-B berbahaya bisa masuk melewati atmosfer. Sinar inilah yang menyebabkan kanker kulit, katarak, dan kerusakan sistem kekebalan tubuh. WMO memperingatkan warga dunia mewaspadainya.




oleh: Hobir Nur Ikhsan (X.U5)

Sumber: berbagai sumber

Sabtu, 23 April 2011

Sudahkah kita melindungi Bumi?

Kemajuan teknologi telah membuat peradaban besar. Semua alat elektronik yang praktis juga sudah mudah untuk didapat. Dan berbagai kebutuhan hidup tentunya membutuhkan alat-alat elektronik demi kesejahteraan hidup. Dipagi hari orang-orang sering melakukan aktivitasnya yang tak jauh-jauh dari barang elektronik, tidak ketinggalan juga pada malam hari, masyarakat juga memakai peralatan elektronik. Semua barang elektronik yang digunakan masyarakat tentunya juga berkaitan dengan peralatan listrik. Jutaan tegangan listrik yang selalu menghantarkan listrik ke rumah-rumah masyarakat demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Tentunya pemakain listrik ini juga tidak hanya dipakai sebagian daerah saja, tapi hampir di seluruh dunia masyarakat menggunakan listrik untuk kepentingan individu dan kelompoknya.Ketergantungan manusia kepada listrik dari masa ke masa semakin meningkat. Sementara, pembangkit listrik yang mayoritas dibangun di semua negara berbahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang menghasilkan gas rumah kaca dan telah terbukti berakibat langsung terhadap kenaikan dramatis temperatur rata-rata Bumi. Hal itu menyebabkan naiknya permukaan air laut, perubahan iklim, dan potensi kepunahan yang besar terhadap keanekaragaman hayati. Dampak pemanasan global ini sudah dipastikan akan mempengaruhi lingkungan hidup yang menjadi tempat hidup kita. Dengan pemakaian peralatan listrik setiap harinya, akan membuang jutaan volt listrik dan imbasnya akan berdampak pada bumi. Bumi yang sudah tua ini mungkin tidak akan kuat lagi menahan banyaknya umat manusia, ditambah lagi dengan efek-efek tektonisme dalam bumi, dan juga kegiatan-kegiatan manusia yang sudah banyak memberikan imbas kepada bumi. Pemakaian listrik yang terlalu berlebihan juga akan membuat energi yang ada pada listrik akan berusaha lebih keras dan akibatnya bumi bisa-bisa hancur oleh kegiatan manusia, seperti pemakaian AC yang terlalu lama, pembakaran hutan dan sampah yang asapnya sampai melangit. Hal seperti ini harus dihindari. Pola hidup kita harus segera kita rubah apabila kita tidak ingin bumi kita hancur. Setidaknya, demi mengurangi dampak pemanasan global yang semakin parah, kita harus bisa menghemat energi. Gerakan "One Hour" adalah sebuah gerakan dimana semua masyarakat dunia diminta untuk memadamkan listriknya selama satu jam demi menghemat energi, dan juga mengurangi dampak pemanasan global.Konsumsi energi listrik di Indonesia terfokus di pulau Jawa-Bali atau sebesar 78% dari total keseluruhan konsumsi listrik nasional, karena 68% konsumennya berada di pulau Jawa-Bali. Berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, total 29.605 GWH atau 23% total konsumsi listrik Indonesia, terfokus di DKI Jakarta dan Tangerang. Karena itu, tak salah jika dikatakan bahwa mematikan listrik selama satu jam pada Earth Hour memiliki dampak yang signifikan terhadap penghematan energi listrik di Indonesia, khususnya kota metropolitan. Selama satu jam, Jakarta telah menghemat listrik sebesar lebih dari 170MW.


oleh: Hobir Nur Ikhsan (X.U5)
sumber: berbagai sumber

Senin, 24 Januari 2011

Pesona Warna Kawah Kelimutu

Oleh Amril Taufik Gobel

Inilah sebuah gunung yang menyimpan misteri sekaligus pesonanya. Gunung Kelimutu terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan puncak berketinggian 1.690 m dari atas permukaan laut, gunung itu memiliki keunikan karena ada tiga buah danau kawah berbeda warna.


undefined

Photo credits - Arif Fadillah

Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring perjalanan waktu. Tak kurang sudah 12 kali perubahan warna terjadi dalam waktu 25 tahun terakhir ini. Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian Barat. Perubahan warna ini diduga akibat adanya pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimiawi terlarut, dan akibat pantulan warna dinding dan dasar danau.

Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Photo credits - Arif FadillahDanau atau Tiwu Kelimutu dibagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa orang-orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Awal mulanya daerah ini diketemukan oleh Van Such Telen, warga negara Belanda, tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu. Bagi penggemar hiking dan menyukai keindahan alam di desa pegunungan tropis, berwisata ke tempat ini merupakan pilihan terbaik. Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.

Untuk mencapai Gunung Kelimutu yang pernah meletus di tahun 1886 ini, butuh “perjuangan” tersendiri. Dari Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur, butuh waktu sekitar 3 jam dengan mobil sewaan dengan kondisi jalan yang tidak terlalu bagus, berkelak-kelok, melintasi jurang dan tebing. Kita akan menemui kampung terdekat dengan kawah gunung Kelimutu yang bernama Kampung Moni.

Kampung ini terletak di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende yang berjarak 13 kilometer dari Danau Kelimutu. Dari Moni hanya dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai bibir Danau Kelimutu.

Selain dari Maumere, Kelimutu juga dapat dicapai dari Ende menggunakan bus antarkota ataupun kendaraan sewaan, dengan harga dan waktu perjalanan yang relatif tidak jauh berbeda. Dari ibukota Propinsi NTT, yakni Kupang, pengunjung dapat menggunakan pesawat menuju kota Ende, di Pulau Flores, dengan waktu tempuh mencapai 40 menit. Kelimutu terletak sekitar 66 kilometer dari Kota Ende dan 83 kilometer dari Kota Maumere.

undefinedPhoto credits - Arif Fadillah

Di Kampung Moni banyak dijajakan kain tenun Lio yang menjadi salah satu produk khas lokal disana dan dijual oleh penduduk setempat kepada para wisatawan. Di Kampung Moni pula terdapat penginapan yang bisa dipakai oleh wisatawan untuk menginap atau beristirahat.

Terdapat sekitar 20 homestay yang dikelola penduduk dengan tarif Rp 25.000- Rp 50.000 per malam sedangkan cottage milik pemerintah bertarif Rp 75.000-Rp 85.000. per malam. Edelweis, Pinus dan Cemara adalah sejumlah tumbuhan yang dapat kita temui saat memasuki kawasan Kelimutu.

Nah, selamat menikmati kawasan kawah danau 3 warna gunung Kelimutu yang eksotis itu!
Nama : AWALIYAH OKTAVIANI
Kelas : XI IPA 1


Kamis, 30 Desember 2010

Bell-Mouth Spillways, Lubang Raksasa Pada Bendungan

Kesan awal saat melihat sebuah lubang yang besar dan sangat dalam seperti melihat pintu menuju dimensi lain, atau layaknya pintu menuju dunia bawah laut yang mengagumkan.

Tapi sebenarnya lubang-lubang raksasa tersebut adalah salah satu metode untuk mengendalikan aliran air dari bendungan atau tanggul menuju kedaerah hilir. Lubang ini dikenal dengan sebutan Bell Mouth Spillway.

Bell Mouth Spillway dirancang seperti lonceng terbalik, sehingga air bisa masuk dengan mudah apabila ketinggian air pada bendungan sudah mencapai batas yang ditentukan. Pada bibir Spillway juga dilengkapi dengan system ice-breaker yang berfungsi untuk mengahancurkan air yang membeku agar tidak mengganggu aliran air yang masuk.

Kedalaman Bell-Mouth Spillways bisa mencapai 400 meter dengan diameter bibir Spillways mencapai 22 meter. (MuMs-berbagai sumber)

ANDINI HAKIM

XI IPA 4

(SUMBER : KASAKKUSUK.COM)

Jumat, 27 Agustus 2010

Tekhnology is Needed

Sejak zaman nenek moyang kita, istilah kontak dan komunikasi memang sudah ada. Tujuannya antara lain adalah memperoleh berbagai informasi dan saling meningkatkan interaksi sosial antar Manusia.
Seperti yang saya rasakan saat ini, meskipun saya sudah hidup di era-globalisasi, dan zaman sudah berbeda, tapi konsep untuk mempererat dan meningkatkan interaksi sosial, sampai saat ini yang saya rasakan hanyalah komunikasi dan intreraksi.
Tetapi, kemajuan tekhnologi di zaman sekarang lebih mempermudah kita dalam berkomunikasi. Dan yang lebih penting, untuk menjalin sebuah komunikasi adalah informasi. Lalu banyak orang yang bertanya-tanya, khususnya bagi orang-orang yang kurang peduli terhadap kemajuan tekhnologi. Pertanyaan pasti berujung dengan apa hubungan kepentingan tekhnologi zaman sekarang dengan hidup kita?atau seberapa pentingkah tekhnologi untuk kehidupan kita sekarang?
Mungkin, itu pula pertanyaan yang pernah ada di benak saya. Sehingga, ketika saya duduk di Sekolah Dasar. Pada saat itu, memang saya kurang peduli terhadap apapun mengenai tekhnologi dan bahkan hampir saya tidak berani berhubungan dengan tekhnologi seperti komputer. Sehingga bisa dibilang saya manusia “GAPTEK”
Hingga, suatu hari saya diberi tugas salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar yang dianjurkan untuk diserahkan dalam bentuk makalah sederhana yang prosesnya dengan pengetikan komputer. Tetapi, disaat yang dibutuhkan itu, saya kebingungan sendiri. Mau menangis tapi takut dimarahi, karena baru saja mengeluh, sudah ada suara dan celotehan “salah kamu sendiri, disuruh belajar dengan kakakmu, malah bilang gag penting dan nanti”, omel ibuku.
Dari situ, Saya sadar bahwa di era-globalisasi ini, tekhnologi memang benar-benar dibutuhkan. Apalagi untuk saat ini, hampir semua pekerjaan yang bernilai tinggi dianjurkan memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam tekhnologi. Tanpa itu semua, mungkin kita bisa dibilang “JADUL” dan bahkan masa depan kita tidak terjamin secara baik.
diposting oleh fina Destriana
XI-IPA Unggulan.1 SMA Plus PGRI Cibinong

Jumat, 12 Februari 2010

CINTAILAH ALAM KITA !!

Teman, saat ini sering sekali terjadi bencana alam. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di semua negara. Mungkin kita sebagai penghuni bumi melakukan banyak kesalahan sehingga alam tidak mau bersahabat lagi dengan kita.
Lalu, coba kita renungkan kesalahan-kesalahan apa aja sih yang udah kita lakukan? Banyak banget. Dari kesalahan yang sepele tapi mengakibatkan kesalahan besar terjadi.
Nah, biasanya kan kalau kita punya atau berbuat kesalahan pada teman kita sampai membuat teman kita marah, kita pasti akan meminta maaf dan mau melakukan sesuatu supaya teman kita tersenyum kembali pada kita. Sebaiknya kita pun begitu kepada alam , karena kita telah berbuat banyak kesalahan pada alam.
Untuk itu, kita bisa melakukan sesuatu seperti menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi pemakaian barang-barang yang dapat menyebabkan polusi, dll.
Tapi, kapankah kita memulainya ??
Tentunya dari sekarang dong guys !!!!!
Sebelum bencana kembali datang dan menghilangkan banyak nyawa. Kalau bencana sudah terjadi, kita baru menyadari dan berharap waktu akan berputar kembali. Aduhhh ... penyesalan memang selalu datang terlambat ya teman?!?
Namun, tidak ada kata terlambatuntuk melakukan perubahan dan berbuat baik. Tapi, jangan mentang-mentang nggak ada kata terlambat terus jadinya kamu pada nggak sadar-sadar juga. Duuhh, keterlaluan banget kalau gitu mah !!
Sekarang zaman teknologi dan bumi semakin tua, tapi bisa nggak yah kita buat bumi awet muda ??. Tentu saja kita bisa jika kita mau berusaha. Kalau alamnya sehat kan, kita senang bumi pun senaaang !! 

Jumat, 05 Februari 2010

Satu Coretan Di Meja

Satu Coretan Di meja
Sering saya melihat meja-meja yang tadinya bersih dan indah dipandang menjadi begitu kotor dengan sebuah coretan-coretan tinta ballpoint atau tipe-x yang bersarang diatasnya. Apa yang biasanya kita lakukan? Sembarang curhat diatas meja? Atau iseng-iseng saja?
Sebuah coretan diatas kertas itu akan sangat lebih berharga daripada diatas meja. Tetapi mengapa hal itu sering kita lakukan?
Mengapa begitu mudah untuk kita mencoret-coret meja yang tidak ada nilainya, dan hanya merusak kenyamanan dalam melakukan sesuatu diatasnya. Daripada mengerjakan tugas dari guru yang jelas sangat bernilai?
Pertama kali saya menempati tempat ini, ada beberapa coretan yang tidak jelas apa bentukya. Saya pun mencoba untuk tidak menambah coretan tersebut. Yang pasti ada yang sengaja mencoretnya, karena meja tidak mungkin mengkotori dirinya sendiri. Dan semuanya memang terbukti. Tak jarang ketika guru sedang menjelaskan materi saya melihat teman saya memutar-mutar ballpoint nya dalam keadaan terbuka diatas meja. Suatu ketika dalam selah-selah pembicaraan saya bertanya kepada teman saya. “ Eh, meja mu kotor banget si?, kamu sering coret-coret meja ini yah?” Tanya ku. “ iya, emang kenapa? Yaelah,, Cuma satu coretan di meja doank!” jawabnya begitu.
Saya heran dengan jawabannya yang begitu menganggap enteng suatu perbuatan kecil. Dan sayapun akhirnya mengikutinya, jika datang bosan, saya sekali-kali iseng coret-coret diatas meja. Toh, gak kenapa-napa.
Suatu hari datang beberapa guru untuk memeriksa kebersihan kelas. Kebersihan sampah , kerapihan tata letak ruangan, Semuanya tidak masalah. Tetapi satu, yaitu kebersihan meja. “ kotor sekali meja kalian ini, apa kalian semua nyaman belajar dengan meja yang kotor seperti ini?, pokoknya saya tidak mau tahu besok kalian cat ulang semua meja ini ! mengerti !!” omelan seorang guru. Saya dan teman-teman kewalahan dengan semua coretan yang kami goreskan diatas meja. Akhirnya kami semua mengumpulkan uang untuk membeli sekaleng cat untuk mengecat ulang meja-meja yang telah kami kotori dengan tinta-tinta.
Saya menyadari bahwa satu goresan kecil yang tidak bernilai diatas meja pun akan mencerminkan kepribadian diri kita sendiri yang tak lebih kotor dari yang mencoretnya.

Essai ini Di posting oleh : Annisa Sayyidatul Ulfa
X-7

Sabtu, 23 Januari 2010

Global Warming Buat Dunia Menjadi Warning

Panas, Panas, haah Panasnya hari ini tak seperti hari-hari 5 tahun sebelumnya, yang tadinya ada acara dengan teman batal semua karena panasnya cuaca. Tapi apa sih yang menyebabkan cuaca menjadi ekstrim seperti ini ???. Orang-orang saat ini tengah memperbincangkan hal ini dan sedang menjadi hot issue yaitu pemanasan global atau kerenya biasa disebut Global warming. Tapi apa yang menyebabkan global warming dan adakah hubungannya dengan efek rumah kaca.
Nah sekarang kita mulai dari hal yang sederhana yaitu apa sih Global Warming ??. Global Warming adalah peningkatan suhu rata-rata atmosferyang disebabkan oleh efek rumah kaca. Nah sekarang tau kan hubungan Efek Rumah Kaca dengan Global Warming. Dan sekarang kita mencari tahu tentang efek rumah kaca. Efek Rumah Kaca terdiri dari bahan-bahan perusak seperti CH4, CO2, NO, NO2, dan SO4. Kemudian bahan-bahan perusak tadi berkumpul dan terbang ke atmosfer dan kemudian menggumpal membentuk rumah kaca. Rumah kaca disini hanyalah istilah.
Yang membahayakan dari Rumah Kaca adalah cahaya matahari yang masuk ke bumi kemudian kembali ke angkasa nah disinilah Rumah Kaca itu bekerja cahaya tersebut di pantulkan lagi kebumi sehingga menyebabkan peningkatan suhu.
Dampak yang terjadi akibat Pemansan Global adalah:
1. Es kutub mencair
2. Kanker kulit
3. Peningkatan suhu
4. Penyebaran Flora dan Fauna yang tidak merata
5. Perubahan cuaca
Kelima dampak ini yang menyebabkan terancamnya kehidupan di bumi sampai ada slogan seperti ini :
"Andaikan ikan terakhir sudah ditangkap pohon terakhir sudah tertebang maka untuk apalagi adanya konservasi di bumi ini"
Yang perlu diperhatikan adalah dampak yang kelima yaitu perubahan iklim. Perubahan iklim itu sendiri terbagi dua yaitu "EL NINO" dan "LA NINA".
Tapi yang terpenting dari itu kita harus sadar akan kepunahan Flora dan Fauna, keberlangsungan hidup cucu kita. Walaupun Menanam pohon hanya untuk menyelamatkan hidup kita sendiri dan tak mengembalikan ekosistem yang ada tapi itu harus dilakukan. Karena Hari ini, esok, dan seterusnya ditentukan dari kesadaran kita.

(faqih XI IPA 5 /23 Jan 10/ @ RSBI)