INDOSIAR

Kunjungan media massa elektronik dengan mengunjungi gedung indosiar dan mengunjungi beberapa acara seperti Histeria, Kiss, Kultum, Buaya Show dan liga Serie A juga diajarkan menjadi seorang Jurnalist yang handal

METRO TV

kunjungan media ke gedung METRO TV dan diajarkan menjadi JURNALIST yang profesional

BERFOTO DENGAN UYA KUYA

Disaat sedang berkunjung ke acara Buaya Show kita sempatkan untuk berfoto dengan artis ternama yaitu UYA KUYA

OLEH OLEH

Penyerahan hadiah oleh pihak INDOSIAR kepada ka Dian, selaku pembina PESAT JURNALISTIK

ACARA PEMBUKAAN

Saat menunggu dari pihak INDOSIAR kita sempatkan untuk berfoto dan makan makan

BERTEMU ARTIS

Siapa sangka di sela sela kesibukan di gedung indosiar kita bertemu dengan artis The Changcuters

Tampilkan postingan dengan label SAINS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAINS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2011

Beta UFO; "Crop Circle" Buatan Manusia

Beta UFO: "Crop Circle" Buatan Manusia

Fenomena crop circle yang kembali ditemukan di Cikarang, Jawa Barat, langsung menarik perhatian komunitas Beta UFO dan langsung mengirim tim ke sana. Cuma satu tujuannya, yaitu untuk mengungkap misteri apakah crop circle bernama CC4-11 ini buatan manusia atau bukan.

Awalnya, beberapa pihak sempat yakin bahwa crop circle itu buatan manusia. Tetapi, pendapat mulai berubah ketika ada kesaksian penduduk yang berkata bahwa CC4-11 sengaja dibuat untuk kepentingan shooting iklan.

Menanggapi hal itu, ketika dihubungi lewat telepon, Senin (16/5/2011) sore ini, Julius Perdana dari Beta UFO mengatakan, "Crop circle yang ditemukan di Cikarang ini memang berbeda dengan yang di Yogyakarta dan Magelang lalu."

Ia mengatakan, di tempat penemuan crop circle di Yogyakarta hanya roboh setengah. "Kalau ini batangnya roboh semuanya, dari akarnya juga sudah bengkok," urai Julius.

Dengan fakta tersebut, Julius mengatakan bahwa ada kemungkinan crop circle itu buatan manusia. Menurutnya, asumsi yang diyakini selama ini, jika crop circle bukan buatan manusia, tidak ada bagian padi yang patah, tetapi hanya batang yang melengkung. Selain itu, ditemukan zat asing di sekitar lokasi.

Ditambah dengan adanya kesaksian petani dan lubang di tengah pola, Julius meyakini bahwa crop circle Cikarang adalah buatan manusia. "Dengan adanya kesaksian itu maka sudah enggak bisa dibantah lagi," kata Julius.

Sebelumnya, pihaknya telah mengirimkan sampel batang yang patah ke sejumlah peneliti. Harapannya, ada hasil penelitian ilmiah yang menjadi dasar untuk menentukan apakah crop circle tersebut buatan manusia atau bukan.

Penduduk sekitar melaporkan bahwa crop circle ini sengaja dibuat untuk keperluan shootingCrop circle Cikarang berukuran panjang 90 meter dan lebar 30 meter. iklan. Pemilik sawah mendapat ganti rugi karena areanya dipakai untuk keperluan itu.

Pengamat UFO asal Australia, John Scott, sebelumnya sempat memberikan analisis bahwa crop circle ini terdiri dari lambang Matahari dan unsur karbon.

Misteri crop circle di Cikarang mungkin tidak lama lagi terkuak. Tetapi, bagaimana dengan crop circle di Yogyakarta? Buatan manusia atau alien, masih menjadi misteri sampai saat ini.

Sumber : KOMPAS

Posting By Winda Novita Sari

Sabtu, 26 Maret 2011

Menanti Supermoon

Menanti Supermoon

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/03/19/1453024p.jpg

KOMPAS.com — Ups, ini bukan Superman. Ini adalah "Supermoon". Supermoon adalah fenomena ketika Bulan tampak lebih besar dari biasanya akibat kedekatannya dengan Bumi. Supermoon akan bisa dilihat Sabtu (19/3/2011) malam. Bulan akan tampak 7 persen lebih besar dari biasanya.

Supermoon sendiri bukanlah istilah dalam astronomi, melainkan dalam astrologi. Kalangan astrolog biasanya mengidentikkan supermoon dengan kekuatan jahat atau bencana. Seorang astrolog bernama Richard Nolle, misalnya, memperkirakan bahwa supermoon kali ini akan menimbulkan bencana gunung berapi dan badai.

Kabar yang beredar di internet juga menyebut bahwa supermoon yang akan terjadi esok berkaitan dengan bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang Jumat (11/3/2011) lalu. Namun, hal tersebut ditampik oleh para astronom dengan mengatakan efek supermoon sangatlah kecil.

Dalam dunia astronomi, Bulan bisa berada di titik terjauh dan terdekat dengan Bumi. Titik terjauh dikenal dengan apogee, sedangkan titik terdekat dikenal dengan perigee. Saat Bulan mencapai titik terdekat atau perigee inilah, fenomena yang dikenal dengan supermoon terjadi.

Publikasi space.com menyebutkan, Bulan akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi dalam kurun waktu 18 tahun terakhir. Bulan "hanya" 356,577 kilometer dari Bumi. Ini 30.000 kilometer lebih dekat dengan jarak rata-rata Bumi-Bulan biasanya yang berkisar 382.900 km.

Berdasarkan waktu Indonesia, jarak terdekat Bumi-Bulan tersebut akan terjadi pada Minggu (20/3/11) dini hari pada pukul 02.10 WIB. Puncak purnamanya sendiri bisa dinikmati pukul 01.11 atau 59 menit sebelum jarak terdekat Bumi-Bulan dicapai.

Bulan yang istimewa ini takkan bisa dinikmati langsung dengan mata telanjang. Untuk membedakan "kegemukannya", harus digunakan teleskop. Untuk menikmatinya pemandangan terbaik ini, seseorang juga mesti memlih lokasi yang lapang dan gelap hingga cahaya Bulan bisa lebih terang.

Akibat kedekatannya, maka Bulan akan sedikit memengaruhi kondisi di Bumi. Misalnya meningkatnya gelombang pasang yang terjadi akibat gaya tarik Bulan yang sedikit lebih besar. Bagi nelayan, kondisi ini perlu diwaspadai dan sebaiknya tak melaut.

Pengaruh lain adalah meningkatnya aktivitas seismik dan gunung berapi. Namun, sekali lagi efeknya sangat kecil. Jim Garvin dari Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt bahkan mengatakan, "Super dalam supermoon hanyalah karena penampakan yang lebih dekat."

Apa pun itu, menikmati fenomena alam yang jarang terjadi tentunya mengasyikkan. Apalagi bisa mengetahui "super"-nya bulan purnama. Selamat menanti Supermoon....


Sumber : SPACE.COM

Posting By Winda Novita Sari (X.5)

Minggu, 20 Maret 2011

NASA Bawa Robot Manusia ke Stasiun Luar Angkasa


FLORIDA - NASA memperkenalkan robot manusia pertama yang diluncurkan ke luar angkasa dengan pesawat ulang-alik Discovery, dua pekan lalu.

Para astronot di stasiun luar angkasa internasional akhirnya memperkenalkan Robonaut, berselang dua pekan setelah tiba di stasiun tersebut. NASA menyiarkan acara perkenalan itu secara humoris.

Astronot Catherine Coleman (Amerika Serikat) dan Paolo Nespoli (Italia) membuka kotak pembungkus robot seolah-olah mereka membuka sebuah peti mati. Kamera TV menampilkan kotak yang penuh busa, namun tidak ada tanda-tanda robot di sana.

Robonaut, yang juga dikenal sebagai R2, akhirnya terlihat beberapa menit kemudian di depan stasiun.

"Saya ingin memperkenalkan anda kepada anggota kru terbaru kami. Kami ingin melihat apa yang bisa dilakukan Robonaut," cetus Coleman seperti dikutip Straits Times, Kamis (17/3/2011).

R2 bahkan sudah memiliki akun Twitter-nya sendiri, yakni @AstroRobonaut. Dalam updatenya, R2 'menulis' "Lihat saya. Saya di luar angkasa!".
(van)


Rizqy Nur Amalia (X.ungg.5)
sumber: Okezone.com

Sabtu, 12 Maret 2011

Penyu Arungi Samudra sejak Bayi



WIKIPEDIA Penyu tempayan (Caretta caretta).
KOMPAS.com - Penyu dikenal dengan kemampuannya mengarungi lautan luas untuk mencari makan hingga lokasi meletakkan telur. Tapi, sejauh apakah bayi penyu mampu mengarungi lautan? Observasi para ilmuwan berhasil menguak bahwa dalam 70 hari, bayi penyu mampu mengarungi lautan sejauh 7.250 kilometer, setara dengan jarak London ke Mumbai.
Jeanette Wyneken dan Kate Mansfield dari Florida Atlantic University adalah dua orang ilmuwan yang melakukan observasi tersebut. Dalam mengamati, mereka menggunakan perangkat pemantau yang dikontrol lewat satelit dan ditempelkan di cangkang bayi penyu tempayan (Caretta caretta). Sejumlah 17 ekor bayi penyu berusia 4 hingga 6 bulan digunakan dalam observasi ini.
Wyneken dalam wawancaranya dengan Daily Mail mengungkapkan, "Ini adalah kali pertama bayi penyu umur 4 bulan direkam dan dideteksi pergerakannya dengan satelit. Sebelumnya, kita tidak pernah tahu apa yang dilakukan bayi penyu begitu mereka meninggalkan cangkang telurnya di pantai dan mulai mengarungi lautan."
Dari observasi, ilmuwan berhasil mengetahui berbagai hal, misalnya tentang pergerakannya. "Penyu memiliki gerakan yang bervariasi, lebih dari yang kita harapkan. Mereka melakukan lebih dari sekedar gerakan mengayuh di kedalaman air dan meluncur di arus." Wyneken dan rekannya mengaku sangat senang dengan hasil observasinya.
Bayi penyu tempayan yang digunakan dalam observasi ini diambil dari pantai Florida. Memulai observasi. Wyneken dan rekannya melepaskan penyu dari wilayah 10 mil dari Palm Beach. Saat ditimbang, penyu-penyu itu hanya memiliki berat rata-rata 300 gram. Wyneken mengaku, ia harus berhati-hati agar penyu tak terganggu dengan alat yang terpasang padanya.
Observasi ini didanai oleh University of New Hampshire's Large Pelagics Research Center, Save Our Seas Foundation, Disney Worldwide Conservation Fund, dan Florida Sea Turtle Licence Plate Grants Program. Salah satu tujuan dari observasi ini adalah mengetahui habitat penting dalam hidup penyu sehingga mampu membantu upaya konservasinya.
"Pertanyaannya adalah satu sejarah alam yang paling mendasar. Ke mana mereka pergi? Untuk berapa lama dan apa risiko yang menghadangnya? Jika Anda tak tahu di mana mereka berada dan tempat macam apa yang mereka kunjungi, maka akan sangat sulit untuk mengupayakan perlindungan. Kalau Anda tak tahu informasi ini, anda bertaruh dengan metode yang Anda gunakan untuk melindungi dan mengupayakan kesintasannya," kata Wyneken.

Sumber : Berbagai sumber

Posting by : Winda Novita Sari (X.5)

Jumat, 19 November 2010

Kamis Subuh Puncak Hujan Meteor Leonid

Arah pandang untuk menunggu meteor-meteor Leonid. Simulasi diambil dengan software Stellarium pukul 01.00, untuk Kamis (18/11/2010).

KOMPAS.com - Puncak hujan meteor Leonids diperkirakan akan terjadi antara 17-18 November 2010. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat momen berharga yang bahkan selalu ditunggu para astronom ini. Jumlah meteor Leonids selalu bervariasi setiap tahunnya. Namun para ahli meteor memprediksi bahwa tahun ini orang-orang bisa melihat kurang lebih 15-20 meteor setiap jamnya.

Peristiwa ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia asal cuaca cerah. Dari Indonesia, peristiwa tahunan ini dapat disaksikan Kamis dini hari hingga subuh. Meteor-meteor akan bergerak radial dari pusatnya sekitar Rasi Leo yang terbit sekitar pukul 01.00 dinihari di arah timur. Rasi Leo yang mengilustrasikan gambar singa khas dengan dua bintang besarnya yakni Regulus di atas dan Denebola di bawah.

Bagaimana harus melihatnya? Pertama, siapkan sebuah kursi yang memungkinkan anda untuk berbaring. Ini penting sebab bisa mencegah leher belakang terasa pegal karena terlalu banyak mendongak ke atas. Ketika malam, mungkin rasa dingin menghampiri. Jangan lupa untuk menyiapkan selimut tetap hangat dan pastinya takkan masuk angin. Segelas kopi atau teh mungkin akan menjadi teman yang baik.

Ajaklah teman untuk menikmati momen berharga ini. Selain itu, rileks saja mata Anda. Mata yang rileks akan membantu melihat meteor dengan jeli dan Anda tidak membutuhkan binokuler.

Cobalah lebih jeli dalam melihat. Beberapa meteor menghasilkan cahaya terang yang luar biasa, menyerupai bola api. Meteor itu akan tampak menyala dan meledak dalam sekejap. Anda bisa mengamati jejak ledakannya yang kadang bisa bertahan hingga beberapa detik, bahkan menit.

Kemudian, cobalah mencari waktu dan tempat yang tepat. Waktu yang tepat adalah waktu antara tenggelamnya bulan dan terbitnya matahari atau waktu dimana langit benar-benar gelap. Sementara, tempat yang tepat adalah tempat di mana Anda bisa melihat langit luas dengan lapang dan tidak terlalu banyak cahaya di sekitarnya.

Terakhir, agar nyaman dalam melihat dan Anda pun bisa merindukan kehadirannya tahun depan, tak perlu mengabadikannya dalam foto atau video. Percayalah, video atau foto hanya akan mengurangi nilai keajaiban alam anugerah Yang Maha Kuasa ini.

Rasi Leo

Meteor Leonid adalah meteor-meteor yang berada di arah rasi bintang Leo. Meteor ini merupakan serpihan-serpihan dari komet Temple Tuttle. Revolusi bumi akan membawa bumi berdekatan dengan lokasi serpihan-serpihan itu, memungkinkan beberapa serpihan memasuki atmosfer bumi dan terbakar serta tampak sebagai bola-bola cahaya.

Seorang astronom bernama Jeremie Vaubaillon dari Institut de Mecanique Celeste et de Calcul des Ephemerides di Perancis telah membuat peta terkini (tahun 2010) lintasan bumi yang "bersentuhan" dengan lintasan meteor-meteor ini. Menurut peta tersebut, meteor akan bisa terlihat dari tanggal 8-24 November 2010, dengan puncaknya tanggal 17-18 November 2010.

Meteor itu bergerak berlawanan dengan arah gerakan bumi. Kecepatan gerak meteor ini bisa mencapai 72 kilometer per detik. Pada tahun 1999-2002, pernah terjadi fenomena badai meteor ini karena ribuan meteor Leonid bisa disaksikan setiap jamnya.

SUMBER : SPACE.COM
Andini Hakim
XI IPA 4

Lubang Hitam Termuda Ditemukan

NASA

KOMPAS.com — Para astronom berhasil mengambil citra lubang hitam yang masih fresh, baru saja "dilahirkan" alias terbentuk. Pengambilan citra lubang hitam yang berjarak 50 juta tahun cahaya dari Bumi itu dilakukan dengan bantuan teleskop luar angkasa Chandra X-Ray.

Lubang hitam itu diketahui terbentuk dari supernova bernama SN1979C yang terletak di galaksi M100. Supernova SN1979C terbentuk dari ledakan sebuah bintang pada tahun 1979 yang berhasil diamati oleh seorang astronom amatir asal Amerika Serikat.

Dalam kurun waktu 30 tahun, para astronom memperkirakan bahwa lubang hitam ini telah menghisap massa gas yang setara dengan massa bumi. "Lubang hitam ini seperti pemakan planet dalam film Star Trek," kata Kimberly Weaver, astrofisikawan NASA yang terlibat dalam observasi ini.

Avi Loeb, astronom lain, mengatakan, "Ini adalah kali pertama kita bisa melihat lubang hitam yang baru saja terbentuk. Dengan penemuan ini, kita bisa mempelajari sebuah lingkungan yang tidak bisa direkayasa di laboratorium, hanya ada di alam semesta."

Penemuan ini juga berbeda dengan penemuan lubang hitam yang lain sebab para astronom secara pasti mengetahui waktu terbentuknya lubang hitam serta bisa menyaksikan kelahiran dan perkembangan lubang hitam tersebut sejak "bayi". Bisa dikatakan bahwa lubang hitam ini merupakan lubang hitam termuda yang pernah ditemukan.

Dengan mempelajari lubang hitam ini, ilmuwan bisa memahami tentang mekanisme ledakan massif dari suatu bintang, jumlah lubang hitam yang ada di alam semesta, dan seberapa banyak materi yang tersisa dari sebuah ledakan bintang.

Adapun Lubang hitam merupakan pemusatan massa di suatu daerah di luar angkasa yang menghasilkan gaya gravitasi tinggi sehingga tidak ada satu pun zat, termasuk cahaya, yang mampu lari darinya. Lubang hitam itu menghisap seluruh materi sisa-sisa ledakan bintang.

Hasil observasi ini dupublikasikan dalam jurnal New Astronomy yang terbit baru-baru ini. Para peneliti yang terlibat adalah Weaver, Loeb, Christine Jones, dan Daniel Patnaude dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

sumber : AFP, AP

Andini Hakim
XI IPA 4