INDOSIAR

Kunjungan media massa elektronik dengan mengunjungi gedung indosiar dan mengunjungi beberapa acara seperti Histeria, Kiss, Kultum, Buaya Show dan liga Serie A juga diajarkan menjadi seorang Jurnalist yang handal

METRO TV

kunjungan media ke gedung METRO TV dan diajarkan menjadi JURNALIST yang profesional

BERFOTO DENGAN UYA KUYA

Disaat sedang berkunjung ke acara Buaya Show kita sempatkan untuk berfoto dengan artis ternama yaitu UYA KUYA

OLEH OLEH

Penyerahan hadiah oleh pihak INDOSIAR kepada ka Dian, selaku pembina PESAT JURNALISTIK

ACARA PEMBUKAAN

Saat menunggu dari pihak INDOSIAR kita sempatkan untuk berfoto dan makan makan

BERTEMU ARTIS

Siapa sangka di sela sela kesibukan di gedung indosiar kita bertemu dengan artis The Changcuters

Tampilkan postingan dengan label tugas reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas reportase. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 September 2013

Impian Yang Dicita-Citakan

oleh: Kumala Purbasari

Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah butuh perjuangan yang sangat keras seperti Kasmiah (34) yang akrab dipanggil Mia yang menjadi dokter di SMA Plus PGRI Cibinong (pesat)
Wanita kelahiran Losari-Cirebon ini memulai pekerjaannya menjadi Dokter di SMA Plus PGRI Cibinong dengan kesenangannya bertemu dengan banyak anak-anak disekolah semakin membuat wanita ini senang melewati hari-harinya. Suka duka pasti pernah dilalui olehnya kesenangan itu muncul ketika dapat membantu menyembuhkan siswa-siswi yang sedang sakit. Selama bekerja menjadi dokter di SMA Plus PGRI Cibinong Mia sering mengobati iswa-siswi yang terluka kecil dan yang sedang tidak enak badan. Terlebih jika “pasien yang saya obati sembuh, saya merasa senang karena dapat membantunya,itu menjadi kesenangan yang tidak Cuma-Cuma” ujarnya.
Tentu saja pekerjaan menjadi Dokter tidaklah mudah dan banyak orang yang mengimpi-impikan dirinya menjadi seorang dokter. “saya menjadi seorang dokter disekolah karena saya senang bertemu dengan anak-anak terlebih membantu disaat anak itu sudah kesakitan” ujar wanita manis berkerudung.“Untuk menjadi Dokter kita harus rajin, ulet, teliti” ujarnya. Karena pekerjaan menjadi seorang dokter sangatlah mulia dan tidak bisa sembarangan orang dapat menjadi dokter tanpa ketentuan tersebut. Bila ada anggapan masyarakat jenuh dengan berbagai peristiwa buruk, mungkin ada benarnya. Karena dalam berprofesi kita mebutuhkan hal yang baru. Awalnya ia menekuni hal ini dengan rasa senang sehingga ia menjalaninya dengan mudah tanpa ada yang menghalanginya.


Memulai Usaha Dari Hal Kecil


 Oleh : Maulidya Syafitri

Kehidupan seseorang yang sederhana dalam mencari sesuap nasi untuk keluarga Hadi(29) selalu berusaha menghidupkan keluarganya dengan melakukan segala hal yang halal.
     
Koran bukanlah hal yang asing didengar lagi bagi kita masyarakat yang sering membaca. melalui Koran kita bisa mendapatkan informasi yang sangatlah banyak walaupun jaman sekarang sudah banyak media informasi yang menyediakan Informasi yang sangatlah lengkap seperti media elektronik,radio bahkan sampai media online pula. Akan tetapi walaupun begitu Koran tetap pada peminatnya. “walaupun Koran sekarang jarang diminati tapi saya kagum maih banyak anak-anak remaja yang masih tetap membeli Koran disini padahal sekarang sudah banyak berkembang gadget yang baru sebagai informasi juga tapi saya bangga sama anak yang masih mau membaca Koran.” Singgung pria kelahiran jawa timur ini.
            Pria kelahiran jawa timur ini ternyata sudah 2 tahun menekuni pekerjaan sebagai tukang Koran, Koran-koran yang ia jual tidak sepenuhnya untuk dia akan tetapi Koran-koran itu dibagi dua dengan temannya yang berjualan Koran keliling, sehingga uang yang ia peroleh setiap harinya dapat dikatakan kurang dari kata cukup.” Koran-koran ini juga sebernya saya bagi 2 dengan teman saya yang keliling sehingga seharinya kita berdua dapat mejual sampai 80 koran segitu pun hasilnya masih di bagi 2 pula dengan teman saya ini.”ungkap Hadi dengan bersemangat.

            Setiap pekerjaan pasti ada suka ataupun dukanya sama dengan hadi ia pun mengalami suka dan duka dalam pekerjaanya bukan hanya gajinnya yang kecil tapi juga pada cuaca yang kurang menentu, kalau cuaca sedang terang dan panas utunglah ia menjual korannya akan tetapi kalu cuaca sedang dalam keadaan mendung dan Hujan maka hadi harus sedikit rugi untuk korannya itu, tapi hadi tetap berusaha walaupun korannya itu tidak laku terjual pada musim hujan ia tetap harus pulang membawa uang untuk keluarganya maka dari itu kalau korannya tidak laku ia dapat menukar Koran-koran itu dengan Koran yang baru besok tapi sayangnya hanya Koran-koran tertentu yang dapat ditukarkan saja. Walaupun begitu setidaknya ia sudah berusaha untuk tetap membawa pulang uang untuk keluarganya. “terkadang yang membuat saya binggung itu pada musim penghujan sudah datang Koran-koran banyak yang tidak laku terjual sedangkan keluarga saya harus tetap makan setiap harinya. Maka dari itu saya berinisiatif untuk menukar korannya itu dengan Koran hari esok sehingga ia dapat menjual Koran hari esok untuk makan keluarganya”.



PENYIAR MENJADI IMPIAN


oleh: Jaka Indra B 
Penyiar Radio, profesi yang hanya di pandang mudah tetapi sulit dilaksanakan oleh sebagian orang. Namun tidak banyak orang mengira bahwa menjadi seorang penyiar Radio adalah pekerjaan yang mulia. Itulah profesi yang sampai saat ini masih dijalani Nurulia Falah atau yang dikenal dengan “tante Monita Abdul”. Ibu dari satu orang anak ini sudah 2 tahun menjadi Guru Broadcast di SMA PLUS PGRI Cibinong.

Tanpa disangka-sangka Wanita kelahiran Bogor, 26 Desember 1987 ini mengambil perguruan tinggi dalam jurusan Jurnalistik.
Semua pekerjaan pasti ada hambatannya, hal itu juga sering dialami Tante Monita. Menjalani profesi sebagai Penyiar Radio dan Guru Broadcast tidak membuat tante Monita terbebas dari berbagai hambatan dan masalah. Terkadang ada beberapa siswa yang susah diatur untuk memperhatikan apa yang telah disampaikan oleh tante Monita. Padahal itu semua adalah untuk kenyamanan bersama. Dengan senyum khasnya,  Tante Monita terus bersabar menghadapi segala hambatan yang ia yakini sebagai ujian dalam pekerjaan yang sedang dijalaninya itu.

Untuk Menutupi Kebosanan pada saat materi Broadcast tante Monita pun membuat Kuis untuk para siswa-siswi. Tante Monita mempunyai harapan untuk pendidikan dan generasi muda di Indonesia : “sebelum lulus SMA, siswa maupun siswi harus sudah siap untuk masa depan. Harus memiliki sesuatu yang lebih atau multitalenta yang dimilikinya. Dan jangan jadi orang yang tong kosong nyaring bunyinya". Ujar tante Monita saat ditemui beberapa waktu lalu. 

  

Lika Liku Seorang Pelukis





Endro Nur Hadi (62) pria kelahiran Magelang yang telah mempunyai 4 orang cucu ini adalah seorang guru studentday seni lukis di SMA PLUS PGRI CIBINONG. Ia tak hanya mengajar di pesat saja, tetapi ia juga mengajar di 5 sekolah tertentu yang sederajat dengan pesat.


Awalnya kegiatan melukis hanyalah hobbynya saja, bahkan kedua orangtuanya pun tidak mengizinkan Endro untuk mengikuti hobbynya itu. Tetapi ia mempunyai pendirian yang kuat, ia bisa membuktikan kepada orangtuanya bahwa suatu saat nanti ia akan sukses akibat hobbynya itu.
Suatu ketika Endro merantau ke bogor dan mengikuti ajang perlombaan melukis di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), alhasil kejuaraan pun ia dapatkan. Segeralah ia menunjukan kepada kedua orangtuanya bahwa ia berhasil, mereka merasa bangga akhirnya pun mereka merestui hobby anaknya itu.
Berbagai macam perlombaan lukis telah Endro ikuti, dan suatu ketika ia berkesempatan melukis bersama pelukis terkenal di indonesia. Endro juga telah berkeliling provinsi untuk menunjukan bakatnya itu. “iya saya juga sering berkeliling provinsi di indonesia untuk menunjukan bakat saya dan mengajarkan kepada khalayak umum apa artinya itu seni” ujar pria separuh baya yang tampilannya masih trendy ini.
Sudah banyak sekali suka dan duka selama ia menggeluti profesi sebagai seniman. Dari mulai senang, susah. Ia pun berpesan “hidup itu akan terasa indah apabila kita menjadi diri kita sendiri tanpa terpengaruh oleh orang lain”.

posted by: Nanda Putrialisya XI IPS 1

Sabtu, 30 Maret 2013

Udah Panas Macet Pula



Udah Panas Macet Pula
Oleh : fitri purwandari

Pada hari sabtu tanggal 30 maret 2013 telah di buka pasar swayalan baru yaitu ROBINSON yang letaknya di samping RAMAYANA cibinong, tempat itu di tumpahi para pengunjung yang berdatangan kesana. Banyak pengunjung yang datang untuk belanja karena tergiur oleh diskon yang di tawarkan yaitu sekitar 20% sampai dengan 50% atau hanya sekedar menonton band yang tampil disana untuk menambah minat dan menghiasi tempat perbelanjaan tersebut.

Sabtu, 15 September 2012

TUKANG SAMPAH JUGA MANUSIA



BOGOR, PEZATNEWS – tukang sampah adalah salah satu profesi yang dianggap rendah oleh masyarakat, tetapi sebenarnya tukang sampah adalah profesi yang sangat mulia. (sabtu/15) bagaimana tidak, mereka sebetulnya peduli dengan lingkungan sekitar kita yang sudah sangat dipenuhi oleh sampah yang menumpuk, bayangkan saja jika di kampung atau komplek anda tinggal tidak dihadiri para tukang sampah, mungkin lingkungan sekitar kalian akan dibanjiri oleh sampah.
                Banyak masyarakat di negri ini sudah tidak peduli lagi dengan lingkungannya,  tidak dengan tukang sampah, selain berniat untuk menafkahi keluarganya meraka juga berniat membangun lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi sangat disayangkan profesi ini kurang dilihat oleh pemerintah, masih banyak atau mungkin semua tukang sampah di negri ini hidup dibawah garis kemiskinan tentunya itu sangat mengecewakan karena jika dilihat tukang sampah juga berperan penting dalam pembangunan negara yang bersih dan sehat, lebih mengecewakan lagi banyak orang di dunia ini yang memandang tukang sampah dengan sebelah mata, seharusnya kita bersyukur  ada sebagian orang yang jauh dibawah garis kekayaan masih peduli dengan kebersihan lingkungan negri  kita ini.    ( ARI) > RIZKI ARIMA

Sabtu, 28 Januari 2012

Pentingnya Sekolah Berbasis Budaya









Budaya merupakan ciri khas bagi setiap Negara di dunia ini dan menjadi tanggung jawab bersama untuk melestarikan Budaya tersebut. Namun kenyataannya Negara ini sudah terlena dengan berbagai macam Budaya yang masuk dari luar dan melupakan Budaya Negaranya sendiri (Budaya Lokal). Budaya lokal memang belum mendapat tempat istimewa di kalangan anak muda sekarang. Mereka cenderung menggunakan budaya budaya luar yang katanya lebih Modern. Lalu apa langkah yang harus kita lakukan untuk melestarikan Budaya tersebut?. Caranya ialah dengan mengenalkan dan lebih mempromosikan budaya lokal ke masyarakat luas terutama generasi muda. Tetapi dimanakah tempat yang efesien untuk mengenalkan Budaya lokal? Menurut saya Sekolah adalah tempat yang tepat untuk mengenalkan dan mengajak para generasi muda untuk melestarikan Budaya negaranya sendiri. Karena sekolah merupakan salah satu tempat proses belajar terjadi. Sekolah ,merupakan tempat kebudayaan, karena pada dasarnya Belajar adalah proses pembudayaan. Sekolah juga dapat membawa Budaya Lokal menjadi bagian dari kurikulum sekolah yang patut di jalani oleh para siswa tentunya dengan pendekatan dan proses pembelajaran yang menyenangkan agar siswa tidak merasa terbebani oleh pelajaran Budaya Lokal melainkan dia merasa harus bertanggung jawab sebagai generasi penerus.
Dalam proes pembalajaran berbasis Budaya. Guru harus berperan aktif mengikutsertakan siswa agar siswa merasa diaku dalam proses pembelaaran tersebut. Misalnya dengan menanyakan mereka tentang Budaya yang sudah mereka ketahui sebelumnya dan guru mengenalkan lebih dalam dan budaya tersebut kepada para siswa. Dengan begitu para siswa tidak akan Bosan dengan pelajaran Budaya Lokal dan hasil belajar bisa lebih optimal. Sementara itu guru juga berperan untuk mengembangkan potensi siswa yang berhubungan dengan Budaya Lokal dan mengali Bakat tersebut agar kelak setiap individu bisa melestarikan Budaya berdasarkan potensinya masing-masing.
Contohnya di SMA Plus PGRI Cibinong yang mempunyai Sapta Budaya yang harus di lakukan oleh para siswanya. Yaitu Budaya Menabung, Budaya Disiplin, Budaya Bersih, Budaya Belajar, Budaya Persatuan dan Kesatuan, Budaya Mutu, Budaya Kerja Keras. Awalnya siswa memang merasa keberatan dengan Kurikulum tersebut. Tetapi dengan adanya peran guru-guru yang aktif memberikan wawasan dan materi yang berkaitan dengan Panca Budaya tersebut dan dengan cara yang komunikatif dan menyenangkan untuk siswa. Lama kelamaan siswa terbiasa melakukan Panca budaya tersebut dan itu menjadi cirri khas SMA Plus PGRI Cibinong yang merupakan salah satu Sekolah Berbasis Budaya.
“SMA Plus PGRI Cibinong memang sengaja mengajarkan siswa-nya untuk memiliki karakter yang berdasarkan Budaya Lokal agar Budaya lokal tetap terjaga kelestariannya” Tutur Giyanti, selaku guru Bahasa Indonesia.


1. Budaya Belajar




2. Budaya Persatuan dan Kesatuan




By : Rizqy Nur Amalia (XI.Unggulan.5)

Kamis, 27 Oktober 2011

Seorang Guru yang juga Menyukai Film

Ibu Tri Rahayu Pramono ? Tak asing kah dengan nama ini, itulah nama dari salah satu seorang guru PKN di SMA Plus PGRI Cibinong. "Di zaman sekarang ini film-film banyak yang mendidik dan banyak juga yang tidak mendidik", ujar beliau yang lahir di Bogor. Nyangka ga sih guru PKN yang biasa belajar tentang hukum-hukum dan UUD ini juga menyukai film ? "Saya suka nonton film, kalau dizaman dulu saya menyukai film yang berjudul Rumah Masa Depan sedangkan dizaman sekarang sayang menyukai film yang berjudul Tanah Air Beta. Kalau difilm zaman dulu yang saya sukai itu menceritakan kehidupan keluarga Indonesia tentang orang tua yang mendidik anaknya agar berhasil sedangkan difilm zaman sekarang yang saya sukai itu filmnya bagus dan menceritakan wilayah perbatasan", curhat beliau yang berpendidikan S1 pendidikan sejaarah. Ternyata beliau juga mengetahui perbedaan film di zaman dahulu dan sekarang begini menurutnya"kalau dizaman sekarang film itu dilihat dari alur cerita yang menggambarkan kekayaan dan kenakalan anak remaja, sedangkan kalau dizaman dahulu itu bagus penuh dengan kesederhanaan", menurut beliau yang tinggal di Pabuaran rt 01/rw 13. Adakan film yang bisa mendidik ? menurutnya ? "masih ada walaupun tidak banyak contohnya daun diatas bantal", ujar beliau yang lahir di Bogor. Ada apa tidak si orang suka film tetapti tidak suka sinetron ? "saya suka menonton film tetapi tidak suka menonton sinetron sebabnya di sinetron alurnya tidak jelas, tidak selesai-selesai ceritanya dan ditonton pengen lagi pengen lagi atau bikin penasaran", ucap bu Tri sambil senyum.

disusun oleh : Rizky Dwi O. X-u5

Sabtu, 24 September 2011

APA? PERTAMAX NAIK (lagi)?

Pemerintah Turun Tangan Keluarkan Poster Sindiran



Cibinong, Pesat_News- (24/9/11) Siapa yang tidak tahu pertamax? Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak bersubsidi ini mempunyai kualitas yang lebih jika dibandingkan dengan premium biasa. Namun karena harganya yang relative jauh lebih mahal dari bahan bakar lain, membuat peminatnya tidak banyak. Bayangkan saja harga pertamax sebelum kenaikan mencapai Rp 8.450,00/liter, sedangkan harga premium hanya Rp 4.500,00/liter. Dua kali lipat lebih murah dari pertamax. Hal inilah yang menyebabkan pengguna kendaraan lebih banyak menggunakan bahan bakar bersubsidi yakni premium. Saking banyaknya pengguna premium, pemerintah sampai membuat poster yang bertuliskan “PREMIUM ADALAH BBM BERSUBSIDI HANYA UNTUK GOLONGAN TIDAK MAMPU! Terima kasih telah menggunakan BBM Non Subsidi”.
Tetapi poster ini tidak di
hiraukan oleh para pengguna premium.Ketidakstabilan harga minyak dunia menyebabkan harga pertamax tidak menentu. Bahkan harga pertamax sejak dua minggu lalu membuat penggunanya semakin berkurang. Padahal kenaikan harga pertamax tidak lebih dari Rp 300,00. Dari Rp 8.450,00 menjadi Rp 8.750,00. Akan tetapi hal ini membuat pengguna pertamax semakin berkurang yang pada akhirnya mempengaruhi omset pertamina itu sendiri. “Kalo pengguna pertamax terus-terusan berkurang kayak gini, BBM bisa susut soalnya kan ngalamin pengendapan” ujar Bapak Rahman H, petugas SPBU di kawasan ITC Cibinong. Harga pertamax yang naik menjadikan omset pertamina menurun, sebaliknya jika harga pertamax menurun omsetpun menaik. Omset yang awalnya bisa mencapai Rp 4.500.000,00/hari kini tidak lebih dari Rp 4.000.000,00/hari.

Selain pengguna berkurang, banyak diantara mereka yang mengeluh walaupun mereka masih tetap menggunakan pertamax. “Kok naik mulu sih pertamaxnya? Kenapa enggak stabil gitu?” keluh pengendara sepeda motor. Presentase pengguna pertamax mencapai 0,5% per harinya. Presentase ini dihasilkan dengan perbandingan banyaknya pertamax yang dijual per harinya. Umumnya pengguna pertamax pada kendaraan beroda dua (motor) bisa membeli sebanyak Rp 20.000,00 tiap harinya, sedangkan pada kendaraan beroda empat (mobil pribadi) tiap harinya sebanyak Rp 200.000,00. Terutama para supir angkot yang merasa lebih untung menggunakan premium daripada pertamax “saya mah emang udah dari dulu pake premium soalnya premium lebih murah, jadi kalo pertamax naik saya tidak merasa dirugikan asal jangan premium yang naik, bisa rugi saya kalo premium yang naik” tutur salah satu supir angkot 08 jurusan citeureup-bogor.

Harga pertamax berbeda di setiap SPBU , hal ini dapat dibuktikan berdasarkan hasil reportase kami. kenyataannya harga pertamax di SPBU kawasan Cilangkap berkisar Rp 8000,00/liter , berbeda dengan di SPBU Kawasan Pasar Anggada harga pertamaxnya mulai dari Rp 8400,00/liter. Dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga pertamax di setiap SPBU itu berbeda tergantung pada letak kestrategisan nya.



Disusun oleh :

-Elsa Kartika Sari Sunarya (XI.IPA.U4)

-Rahma Meilina (XI.IPA.U3)

-Rizqy Nur Amalia (XI.IPA.U5)