INDOSIAR

Kunjungan media massa elektronik dengan mengunjungi gedung indosiar dan mengunjungi beberapa acara seperti Histeria, Kiss, Kultum, Buaya Show dan liga Serie A juga diajarkan menjadi seorang Jurnalist yang handal

METRO TV

kunjungan media ke gedung METRO TV dan diajarkan menjadi JURNALIST yang profesional

BERFOTO DENGAN UYA KUYA

Disaat sedang berkunjung ke acara Buaya Show kita sempatkan untuk berfoto dengan artis ternama yaitu UYA KUYA

OLEH OLEH

Penyerahan hadiah oleh pihak INDOSIAR kepada ka Dian, selaku pembina PESAT JURNALISTIK

ACARA PEMBUKAAN

Saat menunggu dari pihak INDOSIAR kita sempatkan untuk berfoto dan makan makan

BERTEMU ARTIS

Siapa sangka di sela sela kesibukan di gedung indosiar kita bertemu dengan artis The Changcuters

Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2011

Ayah aku capek

“Ayah, ayah” kata Sang Anak
“Ada apa?” tanya Sang Ayah
“Aku capek, sangat capek. Aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek, aku mau menyontek saja! aku capek, sangat capek.

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! Aku capek, sangat capek.
Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung, aku ingin jajan terus!
Aku capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.
Aku capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-temanku, sedangkan teman-temanku seenaknya saja bersikap kepada ku.
Aku capek Ayah, aku capek menahan diri. Aku ingin seperti mereka. Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis.
Kemudian sang Ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ”Anakku ayo ikut Ayah, Ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak.
Kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang. Lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu-kupu, bunga-bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang.
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? Padahal tempat ini begitu indah…”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang-orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tahu ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya Yah? Alhamdulillah”
”Nah, akhirnya kau mengerti”
”Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi.
Bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga, dan akhirnya semuanya terbayar kan? Ada telaga yang sangat indah. Seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? Kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Ayah tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu. Tapi, ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri. Maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain,jadilah dirimu sendiri, jadilah seorang muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena tahu ada Allah di sampingnya. Maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang. Maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini. Sekarang aku mengerti. Terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

Rizqy Nur Amalia (X.u.5)
sumber: resensi.net

Kamis, 02 Desember 2010

atur masa depan mu !

“Keberhasilan tidak datang begitu saja, tantangan hidup pada masa depan harus kita kelola sejak awal, karena berbagai keluhan akan muncul kalau peran untuk meraih sukses diabaikan begitu saja. Pemberdayaan kehidupan harus dimampukan agar sukses yang diimpikan terwujud “

Ngapain sih kita mesti ngatur Masa Depan ?

Masa depan adalah masa dimana waktu tersebut belum terjadi. jadi, kita tidak akan tahu masa depan seperti apa. Masa depan akan menjadikan lapangan pekerjaan semakin sulit, tingkat persaingan di berbagai macam bidang akan menjadi lebih berat dan kompetitif, karena semakin banyaknya SDM yang bermunculan sejalan dengan banyaknya angka kelahiran melebihi angka kematian. Hal ini didukung oleh jumlah SDA yang semakin cenderung menurun. Lantas, bagaimana kita menghadapinya? menyerahkah? tentunya tidak. Kita harus berusaha dan berdo'a. Salah satunya dengan menata masa depan.

Mengatur masa depan itu untuk pegangan hidup kita. Apabila kita tidak memilki pegangan, jatuhlah kita pada masa depan yang suram. Masa depan sukses itu datang lewat perencanaan kita yang kita kehendaki. Seseorang yang berkata “saya tidak perencanakan ini sebelumnya” itu tidak mungkin. Karena ketika kesempatan itu datang menghampirinya, dia pasti akan membuat rancana tentang apa yang akan dia lakukan untuk keesokan hari, lusa, dan seterusnya.

Mengatur masa depan berpengaruh gak sih buat kehidupan kita?

Sangat amat berpengaruh. Mengapa? Karena seseorang yang sudah membuat rencana untuk masa depannya tidak akan mengalami kebutaan sikap. Apa yang akan dilakukannya esok, lusa, hingga seterusnya lebih terarah dan lebih mantap melakukan sesuatu yang sudah ia rencanakan sebelumnya untuk meraih kesuksesannya di esok hari.

Gimana kalau kita gagal mencapai mimpi di masa depan?

Sebenarnya kita tidak gagal, yang gagal peristiwanya . Seorang gadis yang sedang memasak ikan dan hangus. Bukan gadisnya yang hangus, melainkan ikannya. Jadi, ketika kita dalam posisi gagal, kita harus segera bangkit dan berkata SAYA BISA MERAIHNYA ! J

* berbagai sumber


Annisa Sayyidatul Ulfa XI IPA 1

Sabtu, 28 Agustus 2010

Saudariku... Ingatkan aku, ingatkan aku :)

Anak itu berseragam pramuka. Lengkap. Tak lupa dengan topi hitamnya yang bertengger di kepala. He is a boy, isn't he?, pikirku. Dia berdiri di depan pintu kelas dengan tangan di saku celana. Menatap kakak-kakak kelasnya di bangku kelas 5 yang masih asyik reading. Sementara dia yang kudapati bernama Wahyu (bukan nama sebenarnya), masih menunggu beberapa menit ke depan untuk dapat masuk kelas sebagai kelas 3.

Tak lama momen itu terjadi. Beberapa anak menghampirinya. Entah apa yang mereka ributkan, akhirnya sampai juga ke telingaku. Sayup kudapati sebuah pengertian. Wahyu ternyata diledekin oleh temannya, karena gaya nya yang cukup girly ketika ia bicara. Tampak pada saat ia memainkan gesture tubuhnya, ataupun saat ia berkomunikasi secara verbal. Dia juga lebih memilih duduk sebangku dengan teman wanita.

Selang beberapa waktu. Saat pergantian jam. Ia mendekatiku.

"Bu...liat lah tu..." katanya mengadu. Tentu dengan gaya girly-nya yang memukau. Anak-anak lain terkekeh. Aku sempat terpana dengan gayanya di hadapanku barusan. Lantas,

"Wahyu, gayanya yang tegap dong..Masa' gayanya kaya temen-temen yang perempuan"

Dia diam menunduk. Tanda tak suka. Wajahnya yang tadi cukup cerah meriah, berganti mendung yang nyata.

Sudah pergantian jam. Maka aku harus meninggalkan kelas.
***
Terkadang kita perlu untuk mendapatkan shock teraphy sejak dini. Untuk sebuah kebiasaan yang bisa memahatkan sebuah persepsi negatif dan tentunya mengancam kepribadian positif kita. Mungkin saja, prilaku dari Wahyu tadi terbentuk, karena tak ada dari orang-orang terdekatnya yang memberikan sebuah teguran dan pendekatan berarti agar dia berubah.

Aku bukannya tanpa alasan menuliskan ini. Kejadian serupa namun dalam konsep yang berbeda juga sempat terjadi padaku.

Beberapa waktu lalu, sahabatku 'menyerangku". Dia menggugat TIGA HAL yang tak ia sukai dariku. Dan aku kaget! Karena selama ini tak seorangpun mempermasalahkan hal itu padaku! Bahkan sebagai pembelajaran bagiku, ia katakan sementara waktu ia akan stop berkomunikasi denganku jika aku belum pelan-pelan mengubah kebiasaan jelekku itu!

3 hal mengejutkan bagiku itu adalah :
1) Stop bilang : "duuuuh.. kayanya ga bs deh!!!!"
2) Stop : mengeluh, dan merasa jadi orang paling menderita sedunia!
3) Stop : nyuruh-nyuruh orang, nge-bossy ama adik sendiri. Sertakan "Tolong dong.." stiap ingin minta bantuan

Aku pias. Mulai akan berceloteh,

"Kenapa siy emangnya? Apa salahnya? Orang-orang deket aku aja ngga pernah komplain..gak pernah ada yang komplain. Dan aku tidak melakukannya pada semua orang" kataku. Walau bibir menolak, tapi pikiranku terapung-apung, campur aduk dan menggeliat kaget.

Apa iya sih? Sebegitunyakah??

"Kamu mungkin gak sadar.." katanya.

Ia memprotes beberapa kesalahanku yang ia dapati padaku.

"Bete tw ga,,, denger keluhan yang dari hari kehari itu-itu aja, ngerasa paling bodoh lah, ngga berguna, takut inilah, itulah,,,... mungkin orang deket disekita kmu emang ngga masalah. Tapi tetep saja prilaku begitu ngga baik.. ingat girl, masih bnyak orang yang lebih menderita ketimbang kmu, dan mereka tetap bs hidup ampe sekarang, kuncinya adalah bersyukur aja sama yang kita punya hari ini"

"Hentikan sifatmu yang suka ngeles 'Biarin begini..aku tw koq resikonya..jd, mw ngapain aja?bebas donk!.." tiap ngelakuin keteledoran. Gak dewasa banget, tau ngga! Tolong ubah.."

"Trus biasain ngerjain sgala sesuatunya sendiri. Masa suka banget nyuruh-nyuruh temennya 'Colokkin dong charger lap top, ambilin dong buku yang itu. Beresin dong, sekalian..'. Apa ngga kasian ma temennnya. Mandirilah, jangan ngandelin orang untuk hal-hal kecil dan ringan kayak gitu"

Aku menggigit bibir. Memang benar, bukan hanya itu saja, aku jadi semakin ingat jika ada tugas, aku slalu paling parno duluan, malah kadang minta orang lain untuk ngerjain. Lebih aman hehehe (*meski hasil akhirnya tak sebagus jika ku kerjakan sendiri*). Mereka juga yang slalu mengingatkanku dan mastiin klo aku bisa ngelakuin apapun, klo aku akan mulai kegiatan baru. Ups begitu Nyampe dirumah aku dengan entengnya minta adik-adik, anter kemana pun yang aku mw, maksa ini itu, tanpa peduli mereka mw apa ngga! Lagi sibuk atau cape apa ngga. Weh.weh! Benar! Jelek banget!! Maafkan.maafkan

orang-orang deket ku yang lain bilang "Halah..biasa aja kalii... ngga ngaruh ah" katanya saat aku "mengadukan" gugatan sahabatku yang lain.

Tapi sungguh. Aku mulai berpikir. Bisa jadi sahabatku benar. Aku saja yang tak sadar.

Finally,

Maafkan aku, kawan (*juga adik-adikku tercinta hihihi) Kuharap shock terapy dari siapa saja bisa kembali mengarahkan aku ke belokan negatif mengarah kembali kepada perjalanan positifku. Sehingga hal-hal yang terlihat kecil dan tak terdeteksi mata batinku, dapat kupahami dan kumengerti untuk sadar!

Ingatkan aku, ingatkan aku, ingatkan aku! (Dian*/berbagai kisah dan pengalaman)

Sabtu, 14 Agustus 2010

Semua orang adalah PENTING!!!

ngutip dari milis sebelah, special buat Sobat Pezat51_news, selamat menyimak. smoga bermanfaat :)


... kisah, ini menyadarkan ku, bahwa Semua orng adalah PENTING!!!

Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami.
Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau
mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta
disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkansecara manual.

Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa , kalau putaran di putar , sebuah
suara yang ramah, manis, akan berkata : "Operator " Dan si operator ini maha
tahu.

Ia tahu semua nomor telepon orang lain.!
Ia tahu nomor telepon restoran, rumah sakit, bahkan nomor telepon toko kue
di ujung kota.

Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun
dirumah, dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar putar kesakitan
dan memasukkan jempol ini kedalam mulut tatakala saya ingat ....operator!!

Segera saya putar bidai pemutar dan menanti suaranya.
" Disini operator..."
" Jempol saya kejepit pintu..." kata saya sambil menangis . Kini emosi bisa
meluap, karena ada yang mendengarkan.
" Apakah ibumu ada di rumah ? " tanyanya.
" Tidak ada orang "
" Apakah jempolmu berdarah ?"
" Tidak , cuma warnanya merah, dan sakiiit sekali "
" Bisakah kamu membuka lemari es ?" tanyanya.
" Bisa, naik di bangku "
" Ambillah sepotong es dan tempelkan pada jempolmu..."

Sejak saat itu saya selalu menelpon operator kalau perlu sesuatu.

Waktu tidak bisa menjawab pertanyaan ilmu bumi, apa nama ibu kota sebuah
Negara, tanya tentang matematik. Ia juga menjelaskan bahwa tupai yang saya
tangkap untuk dijadikan binatang peliharaan , makannya kacang atau buah.

Suatu hari, burung peliharaan saya mati.
Saya telpon sang operator dan melaporkan berita duka cita ini.

Ia mendengarkan semua keluhan, kemudian mengutarakan kata kata hiburan yang
biasa diutarakan orang dewasa untuk anak kecil yang sedang sedih. Tapi rasa
belasungkawa saya terlalu besar. Saya tanya : " Kenapa burung yang pintar
menyanyi dan menimbulkan sukacita sekarang tergeletak tidak bergerak di
kandangnya ?"

Ia berkata pelan : " Karena ia sekarang menyanyi di dunia lain..." Kata -
kata ini - ngga tau bagaimana - menenangkan saya.

Lain kali saya telpon dia lagi.
" Disini operator "
" Bagaimana mengeja kata kukuruyuk?"

Kejadian ini berlangsung sampai saya berusia 9 tahun. Kami sekeluarga
kemudian pindah kota lain. Saya sangat kehilangan " Disini operator "

Saya tumbuh jadi remaja, kemudian anak muda, dan kenangan masa kecil selalu
saya nikmati. Betapa sabarnya wanita ini. Betapa penuh pengertian dan mau
meladeni anak kecil.

Beberapa tahun kemudian, saat jadi mahasiswa, saya studi trip ke kota asal.
Segera sesudah saya tiba, saya menelpon kantor telepon, dan minta bagian "
operator "
" Disini operator "
Suara yang sama. Ramah tamah yang sama.
Saya tanya : " Bisa ngga eja kata kukuruyuk "
Hening sebentar. Kemudian ada pertanyaan : "Jempolmu yang kejepit pintu
sudah sembuh kan ?"
Saya tertawa. " Itu Anda.... Wah waktu berlalu begitu cepat ya "
Saya terangkan juga betapa saya berterima kasih untuk semua pembicaraan
waktu masih kecil. Saya selalu menikmatinya. Ia berkata serius : " Saya yang
menikmati pembicaraan dengan mu. Saya selalu menunggu nunggu kau menelpon "

Saya ceritakan bahwa , ia menempati tempat khusus di hati saya. Saya
bertanya apa lain kali boleh menelponnya lagi. " Tentu, nama saya Saly "

Tiga bulan kemudian saya balik ke kota asal. Telpon operator. Suara yang
sangat beda dan asing. Saya minta bicara dengan operator yang namanya Saly.
Suara itu bertanya " Apa Anda temannya ?"
" Ya teman sangat lama "
" Maaf untuk kabarkan hal ini, Saly beberapa tahun terakhir bekerja paruh
waktu karena sakit sakitan. Ia meninggal lima minggu yang lalu..."

Sebelum saya meletakkan telepon, tiba tiba suara itu bertanya : "Maaf,
apakah Anda bernama Paul ?"
"Ya "
" Saly meninggalkan sebuah pesan buat Anda. Dia menulisnya di atas sepotong
kertas, sebentar ya....."
Ia kemudian membacakan pesan Saly :
" Bilang pada Paul, bahwa IA SEKARANG MENYANYI DI DUNIA LAIN... Paul akan
mengerti kata kata ini...."

Saya meletakkan gagang telepon. Saya tahu apa yang Saly maksudkan.

Jangan sekali sekali mengabaikan, bagaimana Anda menyentuh hidup orang lain!!

Dian/*berbagai sumber/milis

Jumat, 13 Agustus 2010

CERITA MOTIVASI

SEMUT SANG PEMBERI PELAJARAN

Semut merupakan binatang yang memiliki ukuran fisik/tubuh kecil. Semua orang pasti mengenal semut serta kebiasaan-kebiasaannya. Ada banyak jenis semut yang hidup di dunia ini. Entah ada berapa puluh jenis bahkan mungkin bisa ratusan atau mungkin ribuan, saya tidak tahu. Semut biasanya tinggal di tempat-tempat yang ada sumber makanannya. Hal itu wajar, karena jika tidak ada sumber makanan, maka mungkin mereka akan kelaparan.
Walaupun semut memiliki ukuran fisik yang kecil, tetapi mereka bisa memberikan pelajaran berharga bagi manusia. Seandainya kita bisa mengerti bahasa mereka seperti Nabi Sulaiman Alaihi Salam, mungkin kita akan tahu apa yang mereka bicarakan. Sebagai manusia yang awam, saya mempunyai analisa sendiri tentang kebiasaan semut-semut itu. Semua ini hanya saya sandarkan pada kebodohan dan kejahilan diri saya.

Beberapa hal yang bisa saya ambil hikmah dari kebiasaan-kebiasaan semut ini, diantaranya :

1. Semut biasanya pada saat berpapasan akan berhenti sejenak dengan kepala yang saling berdekatan.
Kebiasaan semut berhenti sejenak dalam berpapasan dan saling mendekatkan kepalanya, ini memberikan pelajaran pada kita bahwa bertegur sapa adalah hal yang mulia. Hendaknya kita memberikan salam kepada siapa pun yang berpapasan dengan kita, menegur dengan suara lembut dan memberikan senyuman dengan penuh keikhlasan. Saling mendo’akan ketika bertemu dengan orang lain akan membuat kita berada dalam keberkahan. Orang sunda bilang dalam kiasannya “bahasa mah henteu meuli” atau dalam bahasa Indonesianya “bahasa itu enggak beli” alias gratis. Jadi apa yang membuat diri kita susah untuk bertegur sapa atau hanya sekedar mengucapkan salam dengan orang yang berpapasan dengan kita?

2. Biasanya semut berjalan pada arah yang sejalan atau sepertinya punya jalur khusus untuk rute perjalanannya.
Kebiasaan semut berjalan pada jalurnya, mungkin hal ini sebagai isyarat bagi kita agar selalu berjalan pada arah yang telah ditentukan. Jalan ini tentu saja jalan kebenaran sebagai jalur hidup kita. Jika kita keluar jalur, hal ini akan membuat diri kita salah jalan yang akhirnya tidak tahu kemana arah kita sesungguhnya. Tetapi dengan jalur yang benar, maka akan membuat kita sampai pada tujuan dengan selamat. Tapi siapakah yang memberi jalan semut-semut tersebut, apakah sang raja semut atau siapa? Yang pasti bahwa pemberi jalan buat manusia hanyalah Allah Ta’ala.

3. Pada saat salah satu semut menemukan makanan, secara otomatis teman-temannya berdatangan dengan cepatnya.
Kita sering melihat jika ada makanan yang berserakan maupun makanan yang tersimpan rapi. Maka, jika ada satu semut menemukannya, maka pasukannya akan segera berdatangan. Lalu bagaimana semut-semut itu tiba-tiba berdatangan dengan cepatnya. Kita tidak mengetahui bagaimana itu terjadi, apakah dengan bahasanya mereka menyuarakan bahwa ada makanan atau bagaimana? Allahu ‘Alam.
Apapun yang terjadi kepada mereka kita tidaklah mengetahuinya, yang penting ada satu pelajaran berharga yang bisa kita sikapi. Pada saat satu semut menemukan makanan, maka yang lainnya datang. Hal ini memberi pelajaran kepada kita, seandainya kita punya makanan, alangkah baiknya kalau tetangga dan sanak saudara kita juga ikut kebagian menikmatinya. Kita tidak boleh berbuat kikir sehingga tetangga kita kelaparan. Janganlah kita memakan sendiri apa yang kita dapat melainkan untuk bisa saling berbagi, saling memberi dan saling membahagiakan.

4. Kebiasaan semut membawa makanan ke sarangnya pada saat menemukan makanan.
Salah satu kebiasaan unik lainnya adalah membawa makanan ke sarangnya. Terkadang makanan yang besar ia bawa secara gotong royong sampai ke sarangnya. Dan untuk makanan yang kecil, mereka bawa sendiri-sendiri ke sarangnya tanpa mampir dulu di jalan untuk menikmatinya sendiri terlebih dahulu. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kebiasaan semut yang satu ini.
Pertama, sifat kegotong royongan mereka yang begitu tinggi. dimana ada pekerjaan yang besar dan menyangkut kepentingan bersama, mereka bahu membahu melakukannya dengan tidak mengenal lelah. Mereka tetap membawa makanan berharga itu walaupun mungkin perutnya lapar. Mungkin mereka pikir akan terasa indah bila bisa menikmatinya bersama-sama dalam sarangnya.
Kedua, sifat kesetiakawanan mereka yang luar biasa, ketika ada yang memerlukan bantuan mereka dengan cepat membantu rekannya yang sedang ditimpa kesusahan, yaitu pada saat menanggung beban berat. Mereka tidak duduk manis sambil menonton temannya berjuang keras dalam menghadapi permasalahannya. Begitu juga dengan kita, hendaknya dapat merasakan apa yang orang lain rasakan. Sehingga kita tidak berbuat semena-mena terhadap orang lain dan senantiasa kita selalu menjaga sikap kesetiakawanan kita.
Ketiga, sifat kejujuran yang mereka tanamkan, makanan kecil yang ia bawa, bisa saja ia bawa lari sendiri dan menikmatinya sendiri. Akan tetapi kita sering melihat mereka tetap membawa makanan kecil secara teratur ke sarangnya. Hikmah yang bisa ambil dari hal ini adalah kita seharusnya bersikap jujur pada saat kita dititipi amanah. Jangan menguranginya apalagi tidak menyampaikannya.
Keempat, belas kasihan diantara sesama mereka, apa yang mereka bawa mungkin saja ada semut yang sedang sakit sehingga memerlukan makanan atau ada semut-semut kecil yang baru tumbuh dan menginginkan makanan untuk pertumbuhannya. Begitupun dengan manusia, apabila ada Saudara kita yang kelaparan, maka selayaknyalah kita memberikan apapun yang kita punya agar rasa lapar mereka hilang.
Kelima, persembahan untuk sang Raja, kita tidak tahu apakah mereka melakukan hal itu (membawa makanan ke sarangnya) karena ingin mempersembahkan makanan tersebut pada sang Raja atau bagaimana. Kalaupun ia, maka disinilah mereka memberikan pelajaran pada kita bahwa kita harus mempersembahkan yang terbaik pada Sang Khalik. Persembahan kita kepada Sang Khalik, tentunya bukan dengan memberikan makanan atau apa pun, karena Sang Khalik tidak memerlukan makanan dan minuman, melainkan kita dapat mensyukuri nikmat-Nya dengan cara bersedekah dan beramal jariyah. Allahu ‘Alam bi Showab.

5. Ketika kita mengganggu semut, maka mereka akan menggigit bahkan menyengat kita.
Ada hikmah yang bisa kita ambil dari kebiasaan semut seperti ini. Pelajaran untuk tidak mengganggu orang lain terlebih orang yang tidak memiliki kuasa, baik itu miskin, cacat, jelek atau pun ketidak sempurnaan yang lainnya. Jika kita menggaggu bahkan menyakiti mereka, sesungguhnya doa mereka termasuk doa yang cepat dikabulkan, yaitu orang-orang yang teraniaya akibat perilaku buruk kita pada mereka. Pelajaran lain pada kebiasaan ini adalah mereka membalas perilaku buruk kita pada mereka dengan bereaksi langsung. Hal ini tentunya bukan berarti kita harus membalas apa yang telah mereka perbuat terhadap kita.

Semut disini memberikan gambaran bahwa mereka pun bisa mengingatkan manusia pada saat manusia mengganggu dirinya, dengan menggigit atau menyengatnya. Ini memberikan gambaran pada kita bahwa orang-orang kecil ini bisa menyengat atau pun menghancurkan orang-orang yang telah menganiayanya dengan doanya yang makbul.
Apa yang saya tulis, hanyalah tulisan yang didasari oleh persepsi seorang yang bodoh dan awam terhadap agama dan tentunya sebagai manusia yang hanya bisa menebak apa yang mereka perbuat, karena kita tidak diberikan kemampuan untuk mengerti bahasa mereka. Jika perkataan saya benar, hal itu semata-mata dari Allah sebagai pemilik mutlak kebenaran, dan jika perkataan saya salah, maka hal itu semata-mata karena kekurangan dan kobodohan saya. Paling tidak kita bisa mendapatkan pencerahan bagaimana cara bersikap dan bertingkah laku terhadap sesama manusia. Semoga tulisan ini bermanfaat dan kita menjadi orang-orang yang beruntung, Amin.

"Banyak sekali manfaat yang kita dapat dari sebuah tulisan yang mengambil contoh kecil , yaitu seekor semut.. SUBHANALLAH begitu maha besarnya Allah yang telah memberikan kita kemampuan untuk selalu berfikir dengan sebaik mungkin , maka dari itu mulailah dari sekarang dengan sesama muslim saling bertegur sapa dan saling tolong menolong.
maka jadikan cerita ini resensi bagi hidup kita. "

sumber : http://maknahidup.blogdetik.com/2009/12/20/semut-sang-pemberi-pelajaran/
oleh : Awaliyah Oktaviani

Sabtu, 07 Agustus 2010

SULIT UNTUK BERTANGGUNG JAWAB

Kedewasaan seseorang tidak dilihat dari usia dan cara berbicara yan berlaak kedewaasaan. Melainkan, cara keseharianya bergaul dan cara berbicaranya yang tidak berantakan sikap yang terkadang sulit dicapai oleh seseoran yaitu memegang kepercayaan dan “sulit bertanggung jawab” tidak semudah itu memiliki sikap ini. Tak jauh seseorang yang akrab di panggil adin ini masih sangat masih keliru dengan kedua sikap ini terutama tanggung jawab. Sebab, Banyak orang yang meremehkan sikap ini.

Padahal akibatnya sanat berdampak besar. Adin pun berkata : “Mengapa sulit memegang tangung jawab daripada bertanggung jawab”. ( Sambil kebinggungan ). Mungkin bila memegang tanggung jawab dengan bertanggung jawab lebih besar bebanya di bandingkan bertanggung jawab . Karena selain kita bertanggung jawab kita pun berkewajiban memegang teguh pendirian dari tanggung jawab tersebut. Maka dari itu sangat sulit memiliki sikap bertanggung jawab. Adin bertanya : Apakah ada seseorang yang selalu memiliki sikap bertanggung jawab ?”.(Sambil penasaran). Padahal kebanyakan orang terkadang malah melepas tanggung jawab ?”. Menurut saya hal seperti ini tergantung dari bagaimana cara seseorang tersebut memahaminya .

Di sebagian banyak orang pasti sulit dapat memiliki sikap tanggung jawab. Walaupun mereka pasti sudah terbiasa dari kecil di tanamkan oleh orang tuanya untuk memiliki sikap tersebut. Rani berkata : “ Sikap tanggung jawab saya yang di tanamkan oleh orang tua tentu di masa yang akan datang akan sangat berguna sekali”. Biasanya orang yang memegang nilai tanggung jawab pasti di setiap pekerjaan akan di selesaikan dengan rapih dan cepat. Maka, akan banyak orang yang sangat orang tersebut. Contohnya seperti guru yan akrab di sapa guru kimia handal Bu Ema ini berkata : “ Bertanggung jawab ialah sikap yan sangat di perlukan bagi setiap orang. Karena tanpa adanya sikap ini seseorang tidak akan dapat menghapuskan atau menyelesaikan permasalahan yang sedang di alami.

Setiap kesulitan atau adanya permasalahan yang sedang terjadi tentu tidak jauh dari tanggung jawab. Karena kunci dari penyelesaian dalam suatu permasalahan ialah tanggung jawab . Jika tidak ada sikap tersebut dalam melakukan penyelesaian dalam msalah maka akan semakin rumit permaslahan yang terjadi. Pernyataan ini telah di ungkapkan oleh siswa kelas II IPA yang sering akrab di sapa panjul ini berkata : ” Memang benar sanggup tidak sanggup bila menyelesaikan suatu permasalahan tidak akan usai jika tidak adanya suatu sikap saling tanggung jawab.” Tuturnya .Jadi semua persoalan tentu pastinya akan sangat memerlukan sikap ini.
















NURANI RESMANA PUTRI, 15 TAHUN
SISWI SMA PLUS PGRI CIBINONG
“Bahwa sikap tanggung jawab timbul karena adanya kesadaran dari diri seseorang itu tersebut “.

ADIN RAMADAN , 15 TAHUN
PEKERJA
“ Jangan pernah menggangap remeh sikap tanggung jawab karena akhirnya nanati kita pasti membutuhkan sikap ini ”.

BU EMA SEBAGAI GURU KIMIA DI
SMA PLUS PRI CIBINONG
“ Sikap tanggung jawab akan sangat penting untuk masa depan kita nanti dan sikap ini harus di miliki oleh setiap orang “ .

REZA, SISWA KELAS XII IPA I DI
SMA PLUS PGRI CIBINONG
“ Semua orang pasti memilki masalah tentunya tanggung jawab pasti membantu menyelesaikan masalah “.


TIPS – TIPS INGIN MENJADI ORANG YANG BERTANGGUNG JAWAB :
1. Biasakan diri kamu untuk bersikap tegas.
2. Menjalankan setiap kewajiban kamu dengan baik.
3. Di setiap seseorang memiliki setiap masalah seharusnya jangan pernah untuk pergi dari masalah tersebut.
4. Sebaiknya bisa bersikap lebih dewasa dan bijaksana dalam menghadapi segala permasalahan.
5. Memiliki sikap yang displin dalam berbagai hal.



Nama : Eka Riski Setiawan
Kelas : XI. IPA 2

_ RUBRIK _

Sabtu, 31 Juli 2010

Jadi, Kenapa Harus Takut Gagal?

... Tidak ada apapun didunia ini yang bisa menggantikannya! bakatpun tidaak; banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusanpun tidak; Jenius yang tidak sukses sudah hampir menjadi olok-olokan. Pendidikan??? pun tidak; dunia ini penuh orang-orang yang terpelajar!! hasilnya??. hanya kemauan dan kerja keras saja yang paling ampuh! :) mw bukti??? lihat saja

Thomas Alva Edison, yang pernah bilang,"Siapa bilang saya gagal? Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil, saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal!"... ckckckckck... klo Thomas Alva Edison aja berani ngomong gitu,,, bayangkan, jika dia tiba2 menyerah saat melakukan kesalahan, wew mungkin ga akan pernah ada cahaya lampu, yang mampir kerumah kita, tersiksa banget kan??weh.weh.weh...

'itu artinya, secara sederhana, kegagalan sama artinya dengan dengan situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam sesuatu hal positif! atau kesempatan bagi kita untuk memulai lagi dengan sedikit lebih pandai :)

Hanya orang yang berani gagal total, yang akan meraih keberhasilan total! dan jangan lupa bahwa AS merupakan hasil dari kegagalaan total. Karena Colombus sebenarnya ingin mencaari jalan ke Asia... jadi, apa teman-teman sekarang masih takut gagal????? tetap semangaaaaaaaaaaaaaaaaat (Dian, */berbagai sumber)

Kamis, 29 April 2010

coba baca dech :)

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?


"Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi".


Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: "Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan".


Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"


Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"


Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu".


Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata
kepada Yan Hui sambil tertawa: "3x8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia." Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.


Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : "Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh."


Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.


Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.


Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.


Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: "Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?"


Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh".


Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum."


Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?"


Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu."


Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.


Cerita ini mengingatkan kita:


Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.

Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.


Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.


Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.


Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.

Bersikeras melawan atasan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.

Bersikeras melawan suami. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.

Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga


Kemenangan bukanlah soal medali, tapi terlebih dulu adalah kemenangan terhadap diri dan lebih penting kemenangan di dalam hati.


BE A WINNER!

( Lianna ^^ )

Cerita :)

Meja Kayu



Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.


dikutip dari : Resensi.net

( Lianna ^_^ )

Jumat, 05 Februari 2010

Matahari pun tersenyum

Aku melangkah dengan perlahan menyusuri perjalanan menuju tempat tinggalku. Dengan perlahan kurasakan tetesan air keringat yang mulai mengalir deras, bermula dari ujung keningku yang kemudian bermuara di dahiku. Namun tiba-tiba terhenti langkahku yang tenang itu dan kedua bola mataku yang tiba-tiba tertuju kepada seorang lelaki tua dan tubuhnya yang bongkok itu.

jika kulihat dari tubuhnya yang bongkok itu, nampak jelas banyak beban hidup yang amat berat yang telah di jalaninya. tetapi apa yang sebenarnya membuat membuat ia berkerja keras di saat tubuh tua yang rentan itu tidak sanggup untuk tetap bertahan di kehidupan yang keras itu? pertanyaan itulah yang pasti ada pada benak setiap orang begitu melihat dirinya. mengisi sisa hidupnya dengan mengangon kambing milik orang lain, begitulah yang ia lakukan setiap harinya demi mendapat upah sebesar 20.000 rupiah.

memang dengan uang yang ia terima setiap harinya itu sudah lebih cukup untuk membiayai kehidupan ia dengan istrinya, istrinya yang sudah seusia dengannya tak pernah bermacam-macam meminta sesuatu kpadanya, karena ia sadar saat ini bukan lagi kebahagian dunialah yang akan di kejar dalam kehidupan dunia, tetapi kebahagiaan akhirat lah yang akan hendak mereka capai.

kerja keras itu tak lain dan tak bukan hanya untuk membiayai kehidupan Ratih, cucu semata wayangnya yang duduk di bangku 2 sd ini. cucu kesayangannya ini sudah 2 tahun di tinggal oleh ayah dan ibunya. ayahnya yang telah meninggalkan ibu ratih sejak ratih bayi kini kabarnya sudah menikah, sedangkan ibunya memilih merantau ke Lamongan untuk membiayai kehidupan ratih,namun hingga saat ini tak tau lagi bagaimana kabarnya,oleh sebab itu sehingga dengan berat hati ibunya menitipkan ratih kepada nenek dan kakeknya.

selau berdoa, bersyukur dan meluangkan waktu untuk bersimpuh kepada sang Maha Pengasih, walau debu membasuh wajahnya dengan kasar, hujan memandikannya dengan tak beradap, dan panas matahari yang membuat bekas noda hitam kelam di kulit keriputnya, tetapi dengan sabar ia tetap setia menjaga dan mengawasi ke 6 kambingnya.

berbekal sebotol air puhih 1,5 liter yang telah disiapkan istrinya, Sukiman yang biasa akrab di panggil mang eman, berangkat dari matahari terbit hingga tenggelam. sedangkan sang istri yang sibuk membersihkan kandang dan mencari rumput untuk pangan kambing di sekitar rumahnya pada setiap harinya, saling bahu-membahu menolong sang suami agar tak banyak beban yang di lakukannya,

kerja kerasnya ini, di lakukannya demi mencapai tujuannya selma ini"Ratih harus lebih sukses dari saya, bahkan dari ibunya", sungguh perjuangan dan cita-cita yang tulus dari seorang kakek tua yang rentan dan bongkok itu.di bawah teriknya matahari tak pernah terasa olehnya "belum seberapa dibandingkan dengan panasnya neraka", begitu tuturnya.nampaknya mataharipun tersenym melihat kegigihan dan perjuangan hidupnya.


apa yang kita pikirkan? betapa keamnya semua ini, masihkah kita dapat menyianyiakan kesempatan yang ada? semoga tulisan dan karnya nyata ini dapat membuat mata kita terbuka dan lebih bersyukur dengn kecukupan yang kita punya. amin
(fauziah x-10)

Dia Yang Juga Berjasa

Apa yang ada dibenak kalian tentang seorang tukang sapu jalanan ? Apa pekerjaan mereka itu begitu berjasa ? Banyak orang yang sangat memandang rendah pekerjaan seorang tukang sapu jalanan. Toh mereka hanya seorang tukang sapu yang kerjanya hanya membersihkan sampah-sampah dijalan. Tapi saya punya pandangan lain tentang mereka. Mereka juga adalah orang-orang yang sangat berjasa. Pernah saya melihat tukang sapu jalanan yang sedang beristirahat dibawah pohon sambil menikmati sebungkus nasi denagn tubuh dan wajah yang penuh keringat. Sangat miris saya melihat mereka. Untuk mendapat sebungkus nasi mereka rela berpanas-panasan dan bercampur dengan debu. Apalagi ketika mereka harus bekerja "dua kali" ketika ada orang yang membuang sampah dijalan yang sudah dibersihkan. Satu kali saya pernah disuruh memberikan uang kepada salah seorang tukang sapu yang sedang bekerja oleh ibu saya. Ketika saya akan membuka kaca mobil dan akan memberikan uang itu, ia berkata yang membuat saya berpikir, "saya bukan pengemis dik. terima kasih" begitu ujarnya. Ketika itu saya langsung terpikir bahwa mereka bukan orang yang ingin diberi uang tanpa usaha mereka sendiri .

Terlahir dari seorang ibu yang MANDIRI!!!!

Tak di duga dan menyangka , ternyata seseorang yang melahirkan saya adlah seorang IBU yang mandiri . Melahirkan anaknya dengan penuh pengorbanan dan manahan rasa sakit dan perih untuk melahirkan seorang yang bernama YULIA INDAH SUTAMTI yaitu saya sendiri .
tak terduga sya untuk mengerti seorang IBU yang melahirkan saya tanpa seorang suami berada di sampingnya untuk memberikan dukungan / menemaninya di saat ibu sya lahir kenapa bisa terjadi ?? seorang IBU yang melahirkan sendiri tanpa batuan seorang ayah !!
dulu sejak ayah dan ibu saya menikah dan mengandung saya di perutnya,ibu saya mengurus saya waktu kecl dengan sendirinya yang di kandungnya!!Ibu sya tidak pernah mengeluh,beliau kerja,memasak nyuci dengan tanpa bantuan !.Beliau sangat mandiri ketika saya bertanya dengan ibu saya ibu mengatakan :"Memang ibu melahirkan dan merawat sya dengan penuh kasih syang dan tanpa bantuan Ayah dan yang lain".
tibanya ibu saya melahirkan saya pada waktu itu ayah saya sedang berada di YOYAKARTA,sedang ada tugas guru yang namanya Penataran !. Ayah saya bekerja sebagai GURU ibu langsung mengeluh rasa sakit,karna sya sudah wktunya melahirkan saya . Ibu saya langsung di antar oleh tetanngga,ibu langsung menuju ke rumah sakit dan tetangga sya menunggu di luar UGD .Beberapa kemudian Dokter keluar dengan mengasih kabar bahwa ibu saya melahirkan dengan sempurna dan anaknya sehat-seaht saja .
Ibu langsung tersenyum denagan penuh kegembiraan,sedih ,pokoknya campur aduk.Tanpa seorang ayah yang menemaninya .
Aku sangat tidak menyangka mendengar cerita dari ibu saya yang tidak di temanin oleh ayah saya . IBU saya bangga dengan ini semua !! jasa mu ibu aku tak'an pernah kulupakan jasa-jasa mu yang telah melahirkan sya sengan penuh pengorbanan dan mandiri !!! <>

MUNGKIN SULIT , TAPI AKAN LEBIH BAIK UNTUK KITA

“ Mungkin sulit, tapi lebih baik untuk kita”


Seperti yang sudah saya duga, sifat seseorang bias dirubah yang tadinya buruk menjadi lebih baik.

Sulit bagi saya untuk mengerti mereka bukan tak bisa tapi hanya tak punya kemaun yang besar. Selalu memberi jawaban setiap ulangan disekolah sama artinya persetujuan dan pembenaran sedangkan sudah selayaknya mereka berusaha dan belajar.

Kenapa mereka selalu harus meminta tanpa pernah berusaha dan belajar?............

Dulu, pertama kali “saya” merasa tak mampu saya juga melakukan hal tersebut selalu tergantuk pada orang lain. Tapi saya lelah saya mempunyai tekat untuk maju dan menjadi lebih baik.

Beberapa kali kejadian semacam itu berulang, si teman ku selalu memberi jawaban setiap ulangan berlangsung, saya geram saya ingin mereka berubah.

Dan kini? “teman ku pun ingin merubah sikap mereka karena dengan merubah sikap mereka” teman ku tak merasa berdosa telah memberikan jawabannya setiap ulangan karena hal itu akan membuat mereka semakin bodoh dan terpuruk.

“teman ku tak yakin dengan tidak memberikan jawaban pada setiap ulangan berlangsungakan merubah mereka.Semestinya ada orang-orang sekitar yang mendukung program penyadaran itu.

Sedang saya “hanya ini yang bisa saya lakukan memberi pengertian kepada mereka bahwa mereka tidak pernah menjadi orang yang bodoh tapi mereka hanya malas.



Lantas kepada siapa mereka meminta?
Kemana mereka mencari perubahan?
Mereka salah harus selalu tergantung kepada orang lain mereka bisa dengan berusaha hanya dengan mengandalkan diri mereka sendiri, mungkin sulit tapi akan lebih bagi kita.
Ujar teman ku dan aku.

Mungkin sulit tapi akan lebih baik bagi kita, mungkin sulit tapi akan menjadi lebih baik bagi kita untuk berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain, mungkin sulit tapi akan lebih baik bagi kita mencapai keberhasilan yang memuaskan.

Mungkin sulit tapi akan menjadi lebih baik.


STEVANO

X.2

PINTU RUMAH TAK SAMA DENGAN PINTU HATI

“Dalamnya laut bias di ukur, tapi dalamnya hati siapa yang tau”. Kita pasti pernah mendengar pepatah itu, ya, sama seperti isi rumah seseorang yang kita kunjungi. Kita pasti tau isi rumah itu setelah kita dipersilakan masuk oleh yang punya rumah. Tapi tak ada yang tau apa sebenarnya isi hati manusia.

Setiap kita mengetuk pintu rumah orang, pasti yang punya rumah bertanya, ‘cari siapa ? ada keperluan apa ?", jika tak ada teras rumah dan jika benar ada keperluan, maka langsung dipersilakan masuk, tapi jika kita mengetuk hati manusia, tak selamanya pintu hati itu terbuka lebar seperti pintu rumah.

Pastinya tak ada manusia yang tak pernah merasakan sakit hati kan ?? benar, karena kadang jika kita salah mengucapkan / berbuat salah yang mungkin sepele bagi kita, padahal menyakitkan bagi orang lain, dan akhirnya karena terlanjur sakit hati, yang punya hati tak mau membukakan pintu hatinya untuk memaafkan kita. Malah kadang pintu rumah pun ikut tak bias terbuka, karena terlalu sakit hatinya. Tapi harus selalu kita ingat pintu rumah tak sama dengan pintu hati, karena bila pintu rumah kadang selalu terbuka untuk kita, tapi pintu hati kadang takkan pernah terbuka untuk kita lagi karena selalu mengulang kesalahan yang sama !. karena biasanya di luar terlihat seperti biasa, dalamnya siapa yang tau.

Jadi kita harus selalu menjaga sikap dan mulut kita, karena “mulutmu harimau mu”. Agar pintu hati manusia selalu terbuka lebar, selebar pintu rumah, jaga sikap dan mulut kita. Kuncinya kita harus selalu berhati-hati dalam berbicara dan bersikap, karena jika hati manusia ingiin selalu terbuka, maka dunia akan selalu indah, karna tidak menyimpan suatu keburukannya di balik keindahannya.


Nama : firda riani
Kelas : X-6
Student day : Jurnalistik

LEBIH MENGERTI ITU LEBIH BAIK

Semua orang pasti mempunyai saudara, baik adik ataupun kakak , tapi pernahkah kita mengerti apa yang harus kita penuhi kepada mereka ?

Memang begitu sulit bagi kita untuk mengerti sifat serta karakter saudara kita , walaupun kita tinggal satu atap bersama mereka. Namun tidak begitu mudah untuk mengerti hal yang lebih sensitive dalam diri kita.

Dirumah, adik saya merupakan seseorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah , saya sebagai kakak terkadang juga ikut jengkel dengan semua sifat dia yang sok ngatur bahkan sampai- sampai kami sering bertengkar hanya karena mempermasalahkan satu masalah yang gak penting juga , tapi memang karena sifat dia yang tidak mau klah jadi semua masalah itu selalu berakhir panjang.
Sampai-sampai saya menanyakan kepada teman saya yang mempunyai kakak ataupun adik “ Apa pernah kamu bertengkar dengan kakak atau adik kamu ?” tanya saya
“ Kalau tidak bertengkar berarti itu tidak wajar karena setiap orang itu beda kepala berarti berbeda pendapat juga fikiran , kalau begitu berarti salah satu dari mereka harus mengalah“begitu jawabnya.

Mendengar jawaban itu saya sedikit berfikir memang diantara kami ada yang harus saling mengalah kalu tidak samapi kapan pun kami tidak akan pernah akur, sampai saya melihat seorang saudara yang begitu akrab dan saling pengertian dan saya bertanya kepada orang itu “kenapa kalian sebagai adik dan kakak mempunyai hubungan yang baik?”
“ Ia memang benar hubungan kami sangat baik karena aku tahu Cuma dia saudara yang aku punya dan sebagi tempat berbagi suka maupun duka “
Kalau begitu mungkin selama ini aku harus bisa lebih mengerti satu sama lain itu lebih baik daripada harus menyelesaikan satu masalah yang tak mungkin tuntas dengan pertengkaran dan adu mulut yang gak akan pernah menyelesaikan masalah karena sebagai seorang manusia pasti saya memerlukan bantuan orang lain maupun dari adik saya atau orang lain karena manusia adalah mahluk social yang tidak bisa hidup sendiri. Mungkin saja orang-orang diluar sana yang telah kehilangan orang yang dia sayang, maka dari itu lebih mengerti itu lebih baik.[AW]

NAMA : AWALIYAH OKTAVIANI

Rabu, 03 Februari 2010

Menutup Jendela Dunia

Diam seribu kata dan bungkam seribu cara, seperti tak mau berinteraksi sedikitpun. Bagai bunga yang tak mau mekar. Itulah Resti teman sekelas saya yang hanya ingin hanya dialah tang tau siapa dirinya.
Awalnya tahun pertama kami bersekolah salah satu teman saya Dina berbisik ditelinga dan berkata “kenapa rasanya Resti tak pernah mau berbicara sedikitpun” ujarnya. Bulan-bulan pertama bersekolah Resti hanya duduk diam sambil membaca beberapa buku yang ia pinjam dari perpustakaan sekolah. Kadang dikelas ia hanya sesekali tersenyum sambil dipaksakan.
Karna saya dan Resti selalu satu kelas, saya ingin sesekalim berbincang dengannya. Namun itu hal yang mustahil baginya. Hal yang ia kerjakan hanya membaca buku dan membaca buku. Dan pada saat perpisahan sekolah. Ia datang menghampiri dan berkata “pulang sekolah mampir dulu kerumah”. Sesampainya di rumahnya ia menjelaskan kenapa ia tak pernah mau berinteraksi dengan kami. “Yah saya takut kalian malu mempunyai teman seperti saya”katanya,
Alasan yang begitu sulit diterima oleh akal sehat siapapun namun saya harus menghargai apa yang telah ia pilih. Padahal seharusnya saya berharap untuh berkata terus terang lebih baik daripada menutupi diri. Sebagai seorang individu ia seharusnya dapat merasakan bagaimana berkumpul dengan yang namanya teman.

Mengais Sampah untuk Sesuap Nasi

Hingga saat ini, saya masih melihat sampah sebagai barang yang tidak berharga. sampah saya buang begitu saja tanpa ada beban. Padahal ada banyak di sekeliling kita yang kehidupannya bergantung pada sampah tersebut.
Seberapa berharganyakah sampah itu? mungkin kata-kata seperti itu ada di dalam benak kita ketika melihat sampah atau membiarkannya begitu saja. Sampah memang terlihat hanya limbah rumah tangga yang mencemari lingkungan. Tidak berhenti di situ saja, sampah pun identik dengan kuman-kuman dan kotoran. Namun, di balik penampilan sampah yang begitu menjijikan, ternyata ada sebagian dari kita yang menjadikan sampah sebagai sumber kehidupan mereka.
Apa alasan mereka melakukannya? Mereka pasti melakukannya karena sesuatu hal. Bisa jadi karena sulitnya mencari pekerjaan yang layak, sehinggga mengais sampah pun dilakukan mereka untuk sesuap nasi.
Kita sudah sepantasnya bersyukur kepada Allah swt atas apa yang telah diberikan kepada kita. Perhatikanlah orang-orang yang kekurangan di sekeliling kita dan jangan pernah menyepelekannya. Pekerjaan yang bergelut dengan sampah masih lebih terhormat dan ada nilai usahanya dibandingkan menjadi pengemis. hargailah orang lain tanpa melihat statusnya. Karena sehina apapun pekerjaan itu mungkin akan menjadi sandaran hidup bagi mereka.
Sampah-sampah yang ada di sekitar kita mari kita bersihkan. Dari kejadian ini saya dan kita semua dapat mengetahui bahwa kehidupan ini memang berbeda-beda. Salah satu pemulung yang bernama Soleh mengatakan, " Pekerjaan ini saya lakukan demi kelangsungan hidup anak dan istri saya". Ujarnya.
Janganlah memandang remeh sesuatu hal yang ada di sekitar kita. Saling menghormati dan menghargai sesama manusia, menjadikan hidup kita lebih berwarna. pekerjaan apapun akan lebih baik dibandingkan hanya menganggur. Be Your Self. ( Wilda diah ayu puspitaningrum X-10)

Selasa, 02 Februari 2010

Melipat Kertas Untuk Mengais Rezeki

Seperti yang sudah kita lihat,sebuah kertas tidak akan dipakai jika sudah digunakan kertas tidak akan berguna,bahkan sudah dibuang setiap satu kali tulisan.itu pun terjadi sering malah,bahkan berkali-kali,tapi apa alasannya ?
Sulit bagi kita untuk mengerti mereka bukan tak bisa bekerja yang lebih tapi hanya segitulah keahlianya.Kenapa dia harus mengerjakan hal seperti itu ?
Dulu,pertama kali saya mencoba hal seperti itu menurut saya termasuk hal yang hina,yang dilecehkan orang lain.yang dipandang orang lain seperti pemulung
Namun ,ternyata bukan itulah permasalahanya mereka dicap sebagai pemulung,tetapi pemulung yang mengumpulkan kertas/koran itu sangatlah berguna dan menghasilkan uang yang banyak (keuntungan)yang banyak .Si Bapak hampir selalu mencari kertas dengan susah payah hanya untuk mengais rezeki.Si Bapak dari pagi,siang,malam,sampai tidak tidur hanya untuk mendapat sesuap nasi dan sepeser duit .
"Saya hanya bekerja seperti ini untuk mendapatkan sesuap nasi"kata beliau
"Lantas kenapa bapak memilih hal seperti ini ?"tanya saya
"Karena ini pekerjaan yang halal dan mudah untuk dilakukan,hanya lipat,lem,lipat,lem,sampai seperti kantong goreng."
Si Bapak bekerja dengan semangat untuk memenuhi kewajiban sebagai seorang ayah dalam rumah tangga .Beliau rela berkorban tidak tidur setiap malam bahkan hampir sakit hanya untuk mendapatkan uang .kini saya sudah mulai paham apa yang seharusnya saya lakukan dengan sebuah kertas yang sudah tidak terpakai.tidak semua kertas yang tak berguna langsung dibuang,tetapi disitu ada kegunaan yang sangat berharga bahkan mendapatkan keuntungan yang banyak .Dulu saya sangat sekali dengan yang namanya kertas.Kertas itu saya coret coret bis ntu dibuang.
Dan kemarin saya ketemu Si Bapak itu lagi,dia sudah menjadi orang yang terpandang disekitar rumahnya hanya mengumpulkan kertas sampai kertas itu berubah menjadi uang.
Dan kini saya mengerti pentingnya sebuah kertas yang sudah dipakai tidak begitu secepatnya kertas itu langsung dibuang,tetapi masih ada hal yang lebih berguna untuk dinilai tinggi kegunaannya .



nama :riyani wijaya
kelas :x.1

Sabtu, 23 Januari 2010

Bioskop... oh Bioskop

Lagi, ini ketiga kalinya saya kebioskop minggu ini, yang pertama bersama teman, yang kedua bersama keluarga, yang terakhir ini saya pergi dengan sahabat dekat saya. Meskipun film yang kali ini kami tonton ada dua, tapi sahabatku entah kenapa berwajah agak serius ketika hendak memilih film. Tak diduga ternyata dia memilih dua film yang bertolak belakang, film 2012 dan salah satu film horor Indonesia yang saya lupa judulnya apa.
Setelah kami antri dan membeli tiket, kami dapat tiket kedua film tersebut dan film yang lebih dulu kami tonton adalah film horor lokal. Sahabat saya tersenyum dan menepuk pundak saya sambil berkata, “sebentar lagi kita bakal liat semut disebrang lautan terlihat, tapi gajah didepan mata tak terlihat” ujarnya sambil berlalu. Saya mengejarnya dengan kepala penuh tanya, apa maksud “semut disebrang lautan terlihat tapi gajah didepan mata tak terlihat” yang dia ucapkan barusan? Kenapa juga dia memilih dua film yang bertolak belakang itu?
Akhirnya, film pun segera diputar, kami masuk kedalam studio dan mulai menikmati film horor lokal yang disajikan. Adegan demi adegan berlalu, makin banyak pertanyaan dibenak saya yang muncul. Hampir hanya berselang beberapa adegan, adegan-adegan “hot” itu bermunculan. Dan sering kali nyaris mempertontonkan adegan yang tak seharusnya tidak dipertontonkan. Saya tengok Sahabat saya, dia nampak tidak begitu menikmati film, namun tatapan seriusnya tak kunjung hilang. Rasa penasaran saya makin memuncak ketika malah Sahabat saya itu malah membuka handphone-nya dan malah sibuk mengetik sesuatu.
Akhirnya, film horor itu selesai, saat kami keluar, ternyata, hanya kami berdua saja yang sama-sama laki-laki, sisanya pasangan-pasangan belia yang nampak mesra bergandeng tangan dan semacamnya. Sahabat saya hanya mengepalkan tangan ketika dia melihat ada pasangan yang jelas-jelas umurnya dibawah kami. Sahabat saya ini memang agak aneh memang, dia sering membuat kejutan-kejutan yang tak terduga dan terkadang dari hal sepele.
Selang waktu antara film pertama dan ada sekitar 30 menit, saya memutuskan untuk bertanya padanya tentang semua pertanyaan yang ada dibenak saya. Namun, belum kata-kata saya keluar, dia telah berkata duluan, “gw yakin lw pasti mau nanya, kan? Simpen pertanyaan lw itu sampai nanti kita nonton 2012” katanya sambil mengantongi tangan.
Setelah beberapa saat kemudian, film yang kami tunggu segera dimulai, kami pun masuk studio. Dan saya sedikit heran dengan banyaknya penonton yang didominasi orang-orang berumur bahkan beberpa di antara mereka memakai jilbab atau bahkan kopiah. Film pun diputar, adegan-demi adegan yang diputar banyak yang menguji adrenalin. Hingga akhirnya film usai pun, kami menikmati flm tersebut. Sahabat saya tersenyum lebar penuh kepuasan. Dan benak saya makin di penuhi dengan pertanyaan yang saling bermunculan.
Akhirnya, saya menagih janjinya. Dia pun menjelaskan panjang lebar, tapi meskipun tak banyak isi perkataannya yang saya dapat, tapi saya dapat mengerti bahwa dia merasakan kekecewaan yang amat mendalam.
Film-film horor lokal yang kebanyakan menayangkan adegan yang menyerempet ke arah asusila atau kekerasan. Yang paling membuat sahabat saya kecewa adalah, kenapa film-film horor lokal yang banyak mengandung kekerasan dan pelecehan seksual amat marak dan bisa beredar bebas tanpa hambatan, sementara film 2012 yang hanya membahas perkiraan kiamat menurut bangsa barat dan malah lebih banyak mengajarkan tentang tidak layaknya antar etnis, agama atau kelompok untuk saling merusak satu sama lain dan mengajarkan bahwa semua agama itu memang berbeda namun memilki satu tujuan, yaitu menyembah Tuhan yang maha Esa, entah sang Pencipta yang disebut sebagai Allah, Yesus, Yahweh, atau apapun yang menjadi sesembahan tiap agama.
Namun, film-film horor yang sering ditayangkan yang kebanyakan malah merusak budi pekerti anak-anak bangsa, malah banyak tayang nyaris tanpa celaan. Jika tayangan tersebut masih saja dikonsumsi oleh muda-mudi Indonesia atau bahkan Dunia, maka jangan heran jika kiamat 2012 itu terjadi. Arti kiamat disini adalah kiamat moral, kehancuran moral yang akan terjadi pada penerus bangsa ini.
Setelah saya pikirkan kata-kata tersebut, makin jelas maksud Sahabat saya “semut diseberang laut terlihat tapi gajah didepan mata tak terlihat”. Dia menyindir Lembaga Sensor Negara dan lembaga-lembaga agama yang sering meributkan film yang memandang Tuhan dan Agama dengan cara berbeda daripada film-film horor yang 90% adegan “Hot” dan 10% horor.


Fathy Ahmad Ibrahim
23 januari 2010, Panggung Gedung Unggulan

Kamis, 21 Januari 2010

Pidato anak 12th yg membungkam seluruh petinggi PBB dan para delegasi dari seluruh dunia

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah lingkungan. Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi.

Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi, dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: "Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya." Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu". Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

***********
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu. Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya: "Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ? tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "
???? ??? ??? ??? ??? ???
??? ??? ??

*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia.
FROM PPO

*(Copyright from: Moe Joe Free)