Sabtu, 26 April 2014

Inovasi Kejuruan Institusi Pendidikan Menengah Atas (26-04-2014)




Sebagai sebuah institusi pendidikan menengah atas, sekolah yang terletak disudut pedesaan kota bogor ini,  telah terbukti akan kegemilangan efesiensitas metode pembelajarannya. Bagaimana tidak? Sebuah sekolah berpredikat “Menengah Atas” ternyata memiliki berbagai macam program kegiatan tertentu  layaknya metode pembelajaran sebuah institusi pendidikan menengah kejuruan.


Keahlian! Sebuah pemikiran yang kerap kali terlintas dalam benak orang-orang yang pernah berkunjung ke Sekolah ini. Sebagai salah satu sekolah disudut kota Cibinong-Bogor Jawa barat.
“SMA PLUS PGRI CIBINONG” telah menunjukan keeksisannya dengan terselenggaranya program kegiatan “STUDENTDAY”. Kegiatan dimana siswa diperkenankan untuk lebih mengasah bakatnya dalam bidang-bidang tertentu yang tentunya telah difasilitasi langsung oleh sekolah menengah atas tersebut. Tujuannya? tentu agar dapat menggali potensi, minat dan bakat yang kemudian akan dikembangkan dan tentunya akan menjadi sebuah "Keahlian". Kegiatan yang berlangsung dalam 1 hari, tepat di hari Sabtu dengan pembelajaran khusus, ruangan khusus dan dengan guru khusus pula. Tentu dalam segi fasilitas berbagai bidang pembelajaran telah disiapkan. Beberapa bidang mata studentday yang terlibat disekolah tersebut adalah “Cinematografi, Jurnalistik, Elektro, Web design, Animasi, Tata Busana, Tata Boga, Seni Tari, Seni Lukis dan dekorasi ruangan, Seni Musik, Broadcasting, Otomotif, Programming, Modeling, Tata Rias, Robotik.”
“Kegiatan studentday jelas bermanfaat terutama dalam mencapai cita-cita di masa depan, kegiatan ini pun bisa jadi ajang pembuktian kalau sekolah kita beda dari yang lain.” Ujar Alfinzha Dovaldo sebagai salah seorang siswa yang bergabung dalam studentday Electro. Adapun alasan tersendiri ia bergabung dalam bidang studentday tersebut adalah untuk mengembangkan hobinya. 
“SMA kok ada kejuruannya sih?” mungkin terngiang dalam benak para pembaca beberapa butiran pertanyaan tersebut. Pasalnya memang sedikit membingungkan saat terdengar sebuah SMA yang menciptakan sebuah inovasi baru dalam dunia pendidikan untuk pensetaraan bidang penjurusan di sekolah SMK. Jika biasanya kejuruan berkaitan erat dengan sekolah SMK. Kini SMA PLUS PGRI CIBINONG menjawab ketidak mungkinan itu menjadi sebuah kepastian. Sudah selayaknya sebagian besar institusi pendidikan menengah atas dalam dunia pendidikan mengikuti langkah sekolah berakreditasi sekolah model terbaik  ke2 se Jawa Barat ini. Lalu siapa sesungguhnya yang menggagas adanya studentday disekolah tersebut sehingga sampai saat ini mampu menjadi program unggulan dibanding program-program lain? Dr. H. Basyarudin Thayib M,pd lah orangnya. Seorang inspirator sekaligus pemimpin langsung sekolah ini. Dengan kata lain beliau adalah Kepala Sekolah SMA PLUS PGRI CIBINONG. Pria bertanah kelahiran Jambi, Sumatera Indonesia ini layak dijadikan sebagai seorang inspirator guna menciptakan inovasi-inovasi baru yang mungkin kelak tidak hanya dalam dunia pendidikan. Beliau selalu mengucapkan bahwa “tidak ada kebahagiaan yang dapat diraih dengan cara instan. Siap sukses, siap sakit pula. layaknya keris yang sedang di asah”-Basyarudin Thayib.
            Sekolah ini pun berwawasan quantum learning school, dengan kata lain sekolah yang memiliki program-program unggulan guna mencetak para kader-kader bangsa. Sampai saat ini nama baik sekolah tertsebut masih sangat harum di berbagai kalangan masyarakat. Sebuah sekolah yang memamng berbeda dari yang lain. Sekolah ini tidak hanya memiliki program kegiatan studentday, berbagai acara kegiatan pun digagas oleh sekolah ini. Bulan Bahasa, Popas, lorong budaya… dan berbagai acara lain misalnya. Acara-acara tersebut tentu terselenggara dihari dan saat tertentu. Dalam acara tersebut berbagai ketentuan pun dicantumkan, seperti dalam acara Bulan Bahasa mislanya, semua siswa dtuntut menguasai bahasa-bahasa dunia kemudian mempresentasikannya dihadapan warga sekolah.
            Dalam saat-saat tertentu, sekolah ini-pun mendapat kesempatan dikunjungi oleh berbagai lembaga pendidikan yang tidak hanya setara dengan predikat kami. Bahkan tidak hanya dari dalam negeri, beberapa waktu yang lalu kami dikunjungi oleh beberapa pelajar dari Negara nihon (Jepang) dengan tujuan mereka untuk melaksanakan study banding. Sesuatu yang sangat menakjubkan bukan? Sebuah sekolah berpredikat SMA yang berlokasi di sudut pedesaan ternyata lebih mampu mengembangkan innovasi baru didunia pendidikan. Anda tertarik menjadi bagian dari sekolah ini? Kami tunggu kunjungan anda untuk membuktikan ucapan-ucapan yang kami terakan dalam artikel ini. Salam Redaksi, dan Sampai jumpa!



Ria Sulistyawati (Penulis Artikel)
Suryana (Reporter)
Nefira Dewi Fitrusti (Penata layout)
Nadila Hanifa (Fotografer)
M.Angga Saputra (Fotografer)
Andika Baskoro (Penata Layout)
Fitra (Penata Layout)
Nurul Hidayat (Reporter)
Nurlinda Agustin (Reporter)
Anggie Aqila (Reporter)

0 komentar: