Sabtu, 19 Januari 2013

Musim Ekstrim, Ibu Kota Terkepung Banjir



            Diawal tahun 2013, musim hujan telah
            melanda seluruh daerah di Indonesia, dan
            mengakibatkan terjadinya banjir khususnya
            daerah ibu kota Jakarta.
            Sudah tidak asing lagi bila terjadi banjir di Ibu Kota apa lagi saat musim hujan telah tiba, kali ini banjir telah menenggelamkan sebagian dari wilayah Jakarta. Gurbernur yang baru saja memimpin Ibu Kota sudah dibuat pusing oleh musibah ini. Banjir yang terjadi kali ini, lebih dahsyat dari tahun sebelumnya karena dipengaruhi juga oleh banjir 5 tahunan. Banjir ini mengakibatkan aktivitas di Jakarta lumpuh total.
            Pemukiman warga ditenggelamkan oleh banjir hingga hanya atap rumah yang terlihat. Akhirnya dengan terpaksa warga harus meninggalkan rumah dan harta benda mereka untuk menyelamatkan diri. Karena masih banyak warga yang telat mengungsi dan mengabaikan himbauan untuk mengungsi sehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, hingga saat ini sudah merenggut 14 jiwa yang meninggal. Pemerintah harus memutar otak dan bekerja cepat untuk menangani musibah ini untuk mencegah juga kembali jatuhnya korban dan bencana seperti ini lagi di tahun selanjutnya.
            Tidak jarang kita temukan tumpukan sampah di­mana-mana, tumpukan sampah yang teronggok selama satu bulan yang hampir mencapai seluas lapangan bola telah menyumbat Kanal Banjir Barat (KBB) dan sejauh ini tidak ada penanganan khusus untuk membersihkannya.  Seharusnya pemerintah dapat menerapkan system pencegahan banjir yang diterapkan oleh Negara maju seperti Negara Jepang, yang bisa membuat kota didaerah dataran rendah dekat laut sekalipun yang rawan sekali terendam banjir menjadi daerah yang bebas banjir. Di Jepang sendiri, sampah dan kualitas kebersihan lingkungan hidup, hampir tidak menjadi masalah. Ini disebabkan warisan budaya bersih yang telah ditanamkan leluhurnya turun temurun telah mendarah daging di setiap kebiasaan rakyatnya.
            Seharusnya kita dapat mencontoh seperti Negara maju tersebut, dan upaya ini memerlukan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan disiplin terhadap sampah. Mulai sekarang untuk mewujudkan daerah yang bersih dan bebas banjir butuh partisipasi pribadi kita masing-masing untuk menjaga lingkungan.

Tips mencegah banjir :
-       Untuk menanggulangi musim hujan yang ekstrim selanjutnya, pemerintah harus jauh lebih siaga dan siap mencegah bencana seperti ini terulang kembali.
-          Musibah ini juga dapat mendatangkan pelajaran untuk para warga agar lebih peduli terhadap sampah.

Tips menjaga keselamatan :
-          Untuk menjaga diri dan keluarga selama banjir melanda, masyarakat dihimbau untuk memikirkan    keselamatan jiwa dan keluarga.
-          Jangan merasa terbebani atau stres, mengungsi lah ke tempat yang aman.
-          Jika mengungsi tinggalkan rumah dengan kondisi amandari konsleting listrik dan bahaya apapun.
-          Usahakan jangan telat mengungsi serta tetaplah waspada.

Nama Kelompok :
-          Farhah Kusumaningtyas
-          Dennissa Andriandini
-          Sukma Wigati
-          Putri Alinda

0 komentar: